Tampilkan postingan dengan label Cerpense. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpense. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

ANGKOTTER SEJATI

Je Je Es Cuci Mata


Udara panas siang ini, anakku baru aja pulang dari acara rutin hari sabtu..  sambil banting tas.. (untung bukan mamanya yang dibanting. :D) tiba-tiba anakku melompat keatas kasur sambil ga lupa senyum-senyum..
"Tumben-tumbenan pulang langsung senyum-senyum?" tanyaku    heran   "pasti abis ketemu pacar yah" kataku lagi.
"Mama tau ga Ma, lukisanku dipajang di ruang seni sekolah!" anakku menjawab girang..
"Yaa.. bagus dong.. daripada kamu yang dipajang sayang!" kataku sedikit mengejek
lalu tanpa ragu anakku memeluk erat Cowie boneka sapi favoritnya sambil ga brenti senyum.. heuheu.. aneh ko' yang dipeluk bonekaa bukan Mamanya.

Dengan wajah tanpa ekspresi, aku nerusin lagi program nyetrikanya sebab hari sabtu adalah hari kerja bakti buat aku dan mungkin ibu-ibu yang memang suka banget numpukin baju cucian sampe hari sabtu.. hiii.. ga bangeeedd...

Sambil celingukan sebentar-sebentar nengokin jam yang sedari dulu nemplok didinding nyaingin cicak, anakku Galau banget seperti ada yang dipikirin. 
"Kenapa sih ngeliatin jam mulu?" tanyaku
 "Mama, kita jalan yuk Ma!" pinta anakku "Kangen udah lama ga beli buku, pliss Ma.. mau yaa?" pinta anakku dengan sedikit memelas.
"Ya udah beresin dulu kamar sama buku-bukunya, sama kasurnya juga!" Jawabku santai
Tanpa perlu mikir banyak, anakku langsung sibuk beresin semuanya..hihii... lumayan ngurangin tugas rutinku.

Akhirnya aku dan anakku pergi ke toko buku yang udah selalu jadi langganan dikawasan Pajajaran, walaupun cuma pake jeans belel plus kaos putih berikut jaket jeans yang lumayan lecek tapi hhmm... yang penting matching yang penting enak buat dilihat..

Ga butuh waktu lama apalagi sampe dua hari, aku dan anakku memasuki toko buku yang kebetulan memang lagi ngadain acara demo dari produk alat pewarna bahan tekstil dan menggambar dengan media wajah dan badan, yaa mirip-mirip kayak dandanan orang yang mau pergi ke parade gitu deh.
Asli anakku antusias banget kalo urusannya berhubungan sama lukis melukis.
Setelah habis beberapa buku yang dibacanya, lalu pilih-pilih novel yang memang pengen banget dibeli ga ketinggalan buku cerita detektif edisi terbaru, iih... padahal dia udah baca sampe tamat cerita itu di internet.. hmm.. dasar anak-anak.. ga apa-apalah itu artinya aku harus mengencangkan ikat pinggang dan mengurangi jatah belanja demi ngeliat anakku bahagia.
Sambil asyik keliling  nyari alat pewarna untuk gambar di tekstil sesuai promo didepan pintu masuk toko, aku asyik juga merhatiin para pramuniaga yang wajahnya abis diwarnai dijadiin alat promosi produk, hehe.. lumayan juga siih.
"Ma, kita liat demonya yuk Ma!" ajak anakku sambil langsung narik pergelangan tanganku.
"Bentar say, ada yang 'aneh' ga di mata Mama?" tanyaku sambil kucek-kucek mata
"Aah Mamaa.. pasti aja kalo mau ketemu cowok ganteng yang ditanyain pasti mata" jawab anakku sambil nyengir kepaksa..
Aku sih cuma bisa senyum sambil menaikkan alis mata menandakan kalo bisa pede buat ngobrol sama mereka.
Sambil basa basi kuno buat membuka pembicaraan, dua kesamaan tapi dengan niat yang berbeda.. hihi bisa-bisanya.
Keasyikan menggambar ditangan anakku, ga lupa jelasin panjang lebar alat pewarna berharap aku beli alat itu, sementara aku berharap bisa tambah lama ngobrol meskipun ga niat beli.. hadeuuuhh kebayang betenya mereka.. xixixi.
Akhirnya aku memang beli juga sebab ternyata bagus banget buat ngedukung hobiku yang baru mulai aku rintis.



Asik dilukis niihh
walalupun cuma gambar kupu-kupu :D
Ga kerasa jam menunjukan pukul 3 sore, rajin juga itu jam nunjuk terus gada pegel-pegelnya :D.. aku dan anakku bergegas pulang mengingat malam minggu selalu aja hampir setiap ruas jalan dipenuhi kendaraan yang ga tau mau kemana, apalagi mulai kawasan pintu tol Pasteur udah berlaku 4 in 1.. 
Setelah bisa duduk nyaman didalam angkot, aku mulai asyik memeriksa email yang masuk di hapeku, kali aja ada job order atau apalah.. 
 "Ma, tau MATT DAMON ga ?" tanya anakku sambil khusu' baca novel.. "asalnya darimana sih Ma?" tanya anakku lagi.
"Dia itu asalnya dari betawi, masih sodaraan sama Mat Solar" jawabku sambil lempeng baca email yang masuk.
"Ih beneran gituh?" anakku heran
"Iya, pacarnya aja orang Bandung"
"Mang siapa pacarnya?" anakku makin penasaran

lalu aku menjulurkan tangan "Kenalin aku pacarnya Matt Damon" 
Anakku lagi-lagi nyengir kuda ngeliat Mama nya super 'aneh'.

menjelang lintasan kereta api, naik seorang pengamen lengkap dengan kecekannya, hmm.. masih kecil tapi berani.. berani malu maksudnya.. tanpa ragu keren-kerenan nyanyiin lagu Josh Groban
versi Sunda "YUU RES MI AAAP SO AI KEN STEN ON MONTEEEN"  pede abiiss..sambil lehernya dinaikan tanda suaranya maksain nyampe nada tinggi... YUU REESS MI AAAAAPP...
"udah Jang.. nii uangnya.." pintaku sambil ngasiin uang recehan..
dengan wajah senang, anak itu lalu lompat dari angkot buat ngejar angkot laennya.
Hmm.. kasian juga tu anak, ..mudah-mudahan anak-anakku gada yang 'merasa diterlantarkan' gumamku dlm hati.

Dengan mata yang berat, aku tahan juga rasa ngantuk. Aneh .. apa enaknya diangkot kok bisa-bisanya ngantuk juga ya ..:P sampe ga terasa ternyata udah nyampe didepan gang menuju rumah. Hmm.. Alhamdulillah ga sia-sia hari ini jalan.. selalu ada pelajaran dibalik kejadian-kejadian unik yang mungkin aja orang menganggap hal itu biasa. Semoga.Yukawira


Selasa, 27 November 2012

Cinta Mita..

Tik tok tik tok tik tok... 
Yudi memandang jam yang sedari tadi berbunyi membuyarkan konsentrasinya, sambil memutar-mutar ballpoint dijari tangannya.
Hendra yang bingung melihat sahabatnya galau, lalu mendekati Yudi.
"What's Up brow? Kok kusut banget muka lo?" tanya Hendra.
Yudi menarik nafas dalam "Gue bingung, Ndra! Nyokap gue keukeuh nyuruh gue merit sama anaknya Tante Susi temen nyokap satu kampung" keluh Yudi.
"Terus gimane nasib nya si Mita?" tanya Hendra lagi. 
"Itu dia yang bikin gue keder!" Yudi mematikan komputer yang berada diatas mejanya, "Disatu sisi, gue cinta banget sama Mita, tapi nyokap gue pengen gue nurutin apa katanya" sambung Yudi sambil berjalan keluar ruangan kantor bareng Hendra untuk bergegas pulang.

                                           *****

Sore itu Yudi berbincang serius bersama Ibunya diteras belakang rumah. Niat untuk menolak keinginan Ibunya ciut sudah saat dikatakan bahwa dia adalah harapan satu-satunya untuk bisa mewujudkan impian Tante Susi dan Ibunya.
"Yuud, kamu kok bukannya cepat-cepat ngasih keputusan sama Tante Susi!" pinta Ibu, Yudi menatap mata Ibunya "Bu, Yudi punya pilihan sendiri, cobalah Ibu untuk mengerti Yudi sedikiiiitt saja Bu".
"Oalaahh.. paling-paling perempuan yang naksir kamu itu cuma perempuan matre!" ujar Ibu ketus "Pokoknya Ibu ndak setuju, titik!" lanjut Ibu sambil menyirami tanaman.
"Buu, yang mau nikah itu Yudi, jadi Yudi berhak memilih wanita yang baik menurut Yudi, bukan menurut Ibu!" keluh Yudi dengan suara meninggi. "Pokoknya besok kamu harus menemui Kiki, anaknya Tante Susi!" jawab Ibu dengan suara yang juga meninggi.
Kemudian Ibu masuk meninggalkan Yudi yang sedang kesal tidak kepalang. Fikiran Yudi sudah kacau tidak karuan, dengan menggunakan mobilnya Yudi pergi meninggalkan rumah untuk mencari udara segar, berharap bisa menemukan jalan keluar yang baik untuknya dan untuk Ibunya.

                                         *****

Di sebuah cafe tenda dipojokan jalan tempat Yudi dan teman-temannya nongkrong, nampak Mita sedang mengocek es teh, sesekali menyeruputnya sedikit demi sedikit sambil asyik dengan ponsel miliknya. Tidak lama Yudi datang sambil mengangkat kursi agar bisa duduk lebih dekat dengan Mita.
"Sorry Mit gue telat, lo ga apa-apa kan?" tanya Yudi sedikit khawatir, Mita hanya memandang Yudi dengan sederet pertanyaan dibenaknya "Lo mau ngomong apaan sii? kayaknya serius banget deh?" tanya Mita santai.
Yudi menarik nafas dalam-dalam untuk mengeluarkan beban hatinya yang sedari tadi menyesaki dadanya.
"Mit, kayaknya kita udah ga bisa lagi nerusin hubungan ini" suara Yudi pelan. "Woooww... bentar.. bentar.. lo ga lagi becanda kan?" tanya Mita mulai tegang.
"Gue serius Mit, gue serius" Yudi meyakinkan. "Mungkin ini klise, tapi gue bener-bener mesti ngikutin keinginan nyokap gue supaya gue married sama anaknya Tante Susi, temen nyokap!"
"Lo cinta sama anak Tante Susi?" tanya Mita dengan suara pelan menandakan sakit yang mulai menusuk-nusuk hatinya.
Yudi terperanjat dengan pertanyaan Mita yang diluar dugaannya.
"Mana bisa gue cinta, ketemu aja belom!" jelas Yudi "Gue ga cinta dia Mit, gue cuma pengen nyokap gue bahagia!" 
Yudi berusaha memegang tangan Mita yang berada diatas meja, namun Mita segera melepaskannya lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Jangan pernah berfikir untuk bisa membahagiakan semua orang Yud, karena hanya akan membuat kamu terperangkap dalam kegagalan" Ucap Mita tegas "Bahagia itu tidak sama persepsinya bagi setiap orang!" 
"Tapi bukan begitu niat gue, Mit" Yudi berusaha menjelaskan.
"Jadilah cowok yang memiliki pendirian, JANGAN JADI PENGECUUTT!" Mita berteriak sambil berlalu pergi meninggalkan cafe tenda, dengan setengah berlari Mita berusaha untuk menyeberang, tanpa sadar sebuah mini bis melaju kencang dan menabraknya hingga tersungkur sampai ke trotoar jalan.
"MIIIIITTAAAAAAAAAA........!!!!" Yudi yang berusaha mengejar Mita berlari kemudian merangkul dan memeluk Mita yang sudah berlumuran darah. "TIIIIDDAAAAAKKKK" suara Yudi memecah riuh orang-orang yang sedang mengelilinginya.
Yudi memang mendapatkan keinginannya untuk berpisah dari Mita, berpisah untuk selama-lamanya. Perpisahan yang membuat Yudi menyesal sepanjang hidupnya.





Senin, 19 November 2012

60 DETIK CINTA

KETIKA CINTA DIPERTANYAKAN

Saat itu Waykey,  begitu panggilannya dikagetkan oleh Chasper yang tiba-tiba menepuk pundaknya dari belakang ketika dia asik mendengarkan lagu.
Sebenarnya nama asli Waykey adalah Yussi Kartika, tapi sahabatnya menyingkat nama Yussi menjadi Waykey atau YK, sementara Chasper cowok berkulit legam yang selalu dikira penampakan adalah sobat karibnya sejak SMP. Dimana ada waykey disitu ada Chasper.. selalu nempel mirip lalat yang nempel dikertas lem tikus.
"Ga lucu tauuu.. pake ngagetin segala!" seru Waykey sambil bibirnya komat kamit ga jelas.
"Hehe.. tumben jam segini lo masih belom mandi?" tanya Chasper sambil menyeruput kopi milik Waykey yang sedari tadi dibiarin dingin.
"Tau niih lagi bete aja, males ngapa-ngapain" jawab Waykey sambil duduk bersila 
"Memang Andres kemana?" tanyanya heran
Waykey menarik nafas pelan, "lagi ke Bali, ada presentasi disana"
"mungkin tiga empat hari baru pulang" sambung Waykey lagi.

Chasper hanya duduk diam sambil memeluk kedua lututnya memandangi jalan diluar pagar. Mereka berdiam diri, tenggelam dengan pikirannya masing- masing. Sebenarnya Chasper mencintai Waykey, dan Waykey pun tau.. hanya saja Chasper tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan hingga Andres mendahuluinya.

"Key.. gue punya satu pertanyaan buat lo, tapi lo mesti jawab dengan jujur" suara Chasper memecah keheningan. Waykey terkejut. "Emang lo mau nanya apaan?"
      "Misalkan Andres ada di suatu tempat, tiba-tiba ditempat itu terjadi kebakaran, dan hanya punya waktu satu menit, menurut lo, apa yang pertama kali dia lakukan?" tanya Chasper serius.
    "Apaan sih, lo nanya ga jelas deh" Waykey mendengus kesal.   "Gue cius tau~ dua cius malah" ujar Chasper keukeuh. Waykey berfikir sejenak sambil menggigit jari telunjuknya, "gatau ah, tapi kalo gue sih lari aja, sambil teriak 'TOOOOLLLOOONG WOOYY TOOLOOOONNNGGG!!' gitu," seru Waykey polos sambil mengangkat kedua tangannya memperagakan teriakannya.
        "Sialaan loo.. Gue serius tauu!! Lo mau ngajak ribut apa ngajak tawuran? Gue jitak baru tau rasa lo" ujar Chasper dengan wajah gemes pada Waykey, lalu menjulurkan lidah. 
"Emang lo mau ngapain kalo lo yang ada ditengah-tengah kebakaran?" tanya Waykey. 
"Yaa pertama kali yang gue lakuin sih pasti narik tangan lo, ngajak lo lari keluar gedung, terus menghindar sejauh mungkin." Waykey tertegun dengan ucapan Chasper. "Terus gue harus nendang pantat lo sambil bilang WOOWWW AMAJING BANGET gituu?" ujar Waykey lari dari kejaran maut Chasper.


***

        Waykey celingukan mencari jadwal kedatangan pesawat dari Denpasar. Ia bolak- balik menunggu Andres, sesekali melihat jam tangannya. Sedari tadi ia terus menerus memikirkan pertanyaan yang dilontarkan Chasper. Tapi pikirannya buyar oleh kedatangan Andres yang ribet dengan barang bawaannya. 
 "Halo sayang, lama yaa nunggu aku?" tanya Andres sambil memeluk Waykey melepas rasa rindu. Waykey terkejut, lalu tersenyum, "Gimana seminarnya beib?" tanya Waykey. Andres mengangguk, "beres, kok!"
       "Say, Rabu besok kantor mau ngadain pesta buat ngerayain keberhasilan presentasi kemaren, kamu ga ada acara kan?" tanya Andres sambil membukakan pintu mobil buat Waykey. "Ga ada, emang wajib ikut gitu?" jawab Waykey, lalu menatap serius wajah Andres.
"Bagus kalo gitu, besok aku jemput kamu jam enam sore yaa" pinta Andres, dan mobil pun melaju meninggalkan Bandara.

***

      Tepat pukul 07.30 Andres dan Waykey tiba di Ballroom hotel dimana perusahaan Andres mengadakan pesta. Semua tamu undangan bertepuk tangan menyambut kedatangan Andres, sampai akhirnya tiba giliran Andres untuk berbicara di podium. Setelah selesai pimpinan perusahaan serta para tamu undangan bergantian memberikan salam sambil mengucapkan selamat, sementara Waykey harus rela menunggu Andres yang ternyata lupa pada keberadaan dirinya. Waykey merasa diabaikan. Tiba-tiba Waykey teringat kembali akan pertanyaan Chasper sahabatnya.
Lalu Waykey melangkah keluar ruangan Ballroom dan mencari-cari saklar peringatan kebakaran, kemudian tanpa ragu Waykey memecahkannya hingga alarm tanda kebakaran pun berbunyi nyaring. Waykey hanya melihat Andres sibuk mencari perangkat elektronik dan ponsel miliknya tanpa peduli sama sekali terhadap Waykey kekasih yang katanya "sangat dicintainya"

***

     Dengan suara parau Waykey menangis dipundak Chasper, menangis sejadi-jadinya. Dia baru menyadari bahwa cinta sejatinya adalah orang yang selama ini ada dihadapannya, yang selalu ada disaat dia sedih atau senang, yang selalu membantunya, yang selalu menerima kekurangan dan kelebihan Waykey apa adanya. Chasper. 
***



Sabtu, 10 November 2012

ANGKOTTER SEJATI

JURUSAN 6

Run Like Rossi
Bandung diguyur hujan dari sejak subuh membuat aku menarik kembali selimut meskipun ga bisa tidur, hari ini jadwalnya anakku "mudif" di pesantren. Seperti biasa menyiapkan baju yang hendak dibawa, makanan dan keperluan lain yang selalu direquest setiap akan berkunjung.
Hhmm... pokoknya hari ini harus semangat, ga ada kata malas meskipun gerimis mengundang (itu mah lagu kali)...
Tapi hari ini kuputuskan untuk pergi dengan menggunakan sepeda motor (dapet minjem) sekalian banyak keperluan yang mesti di beli, bisa telat pulang kalo cuma naek angkot.

Sepatu, tas, hape, dompet, helm, semua udah siap, ga lupa jaket kulit yang selalu setia nemenin meskipun udah lecek tapi masih keren buat dipake heuheu pede.... 
Selesai shalat dhuhur langsung tancap gas menyusuri jalan raya yang selalu macet dengan kendaraan yang entah mau pada kemana sih mereka.. ikut-ikutan menuh-menuhin jalan... Tapi hujan seakan ga mau diajak kompromi, tanpa pemberitahuan langsung turun dengan lebatnya, hadeeuuw.. aku yang udah keren begini mesti basah kuyup lantaran mau berhenti ga ada tempat berteduh dan memilih untuk terus melanjutkan perjalanan sebab harus ngejar waktu (gada kerjaan yaa waktu dikejar-kejar).

Tak lama hujan pun berhenti, mendadak kendaraan roda dua langsung berhamburan melanjutkan perjalanannya, iihh jadi mirip orang lagi kampanye, sambil melaju mengingat-ingat kembali saat menghabiskan malam tahun baru berdua sohib di surabaya, keliling kota sampe pagi bareng anak-anak motor di Balaikota, muter-muter ngabisin bensin, ngabisin energi, ngabisin duit juga cuma karena ga tau jalan pulang.. :-p
Atau teringat waktu ikut kampanye salah satu partai padahal ga ngerti sama sekali yang namanya politik, seru-seruan aja..
Suara klakson bis yang tiba-tiba menyadarkan dari lamunan (hehe ngelamun mulu) mengembalikan aku untuk konsentrasi layaknya pembalap kawakan, salip kiri salip kanan melewati angkot yang kejar-kejaran berburu penumpang.. ciihh kali ini belagu dikit boleh lah.

Sesampainya di Pesantren selepas Shalat ashar, anakku udah bersiap ditangga masjid biar 'mama' nya ga usah nyari-nyari katanya.

"Mama kok tumben-tumbenan pake motor lagi?" tanya anakku heran.
"Iya kan biar cepet aja, daripada pake angkot kelamaan" Jawabku santai.
sejenak anakku tertegun melihat 'mama' nya, baru nyadar kali mamanya keren (astagfirullah hoeekk cuuhh), tapi lalu tertawa ngakak sebab bajuku, sepatukku, tas ku juga basah kehujanan sepanjang perjalanan. Beuuhh pengorbanan demi buah hati..

"Kalo basah kuyup gini mah keren nya jadi ilang, ma!" timpal anakku sambil nutupin mulut dengan kedua tangannya.
Aku cuma ikut tersenyum manis (dimanis-manisin) mendengar celotehan anakku.
Berlama-lama ngobrol, curhat tentang pelajaran, sampe nyempetin juga jajan bakso ikan.
Jam menunjukan pukul 5 sore, lonceng berbunyi tandanya para santri harus segera siap-siap mandi untuk shalat maghrib. Setelah barter pakaian yang bersih dengan yang kotor, aku pun memilih untuk pulang biar ga keujanan lagi di jalan. Kali ini kusiapkan headset biar bisa dengerin musik disepanjang jalan selama berkendara, tak lupa lagu Don't You remmember nya Adelle menjadi lagu pertama yang diputar (beuuhh gayanya.. padahal ga ngerti artinya).

Namun baru setengah perjalanan hujan pun kembali turun meskipun rintik-rintik, hhmm... kupacu sepeda motorku layaknya Rossi (pas lagi kempes ban).
Kalau tau begini... meningan naek angkot deh.. Angkot oh angkot.. ternyata masih jadi pilihan pertamaku disaat-saat seperti ini.(Yukawira)



Kamis, 01 November 2012

ANGKOTTER SEJATI

Jurusan 5


                Siang itu udara cerah, secerah hatiku yang semangat buat pergi berburu kain sarung bantal untuk pesenan temenku. Kuperiksa bajuku.. gada yang salah.. kuperiksa gigiku.. kali aja ada cabe yang nyangkut, terakhir kuperiksa isi dompetku sebab yang satu itu jimat..kalo gada isi dompet.. gada pedagang yang terpikat ..
Berdiri dipinggiran jalan lumayan lama menunggu angkot yang saat itu selalu penuh berisi anak-anak sekolah yang baru pulang. Sambil menyeka keringet akhirnya dapat juga angkot, duduk dijok depan dekat Oom supir yang sedang mengendarai mobil supaya baik jalannya. Tanpa basa-basi lagi Oom supir pun tancap gas melesat pergi dengan kecepatan tinggi , Zigzag kiri kanan mendahului angkot yang lainnya, musik dangdut pun mengalun dengan kencangnya sampe penumpang sebelah ngomong pun seperti orang gagu .. ga kedenger sama sekali.
 Sampe akhirnya aku tepuk pundak Oom sopir untuk mengingatkan kalo penumpang sebelahku mau berhenti..   tiba-tiba ‘ciiiiiiiiittttt’….. angkot itu mendadak ngerem .. “Gedebuuugg” , “prak”,  “tuiing”, kepalaku membentur dasbor, sementara penumpang sebelahku wajahnya nempel di kaca mobil… sedangkan penumpang yang ada dibelakang … entah tak terbayangkan seperti apa…  Suara caci maki dari penumpang pun memenuhi telinga, “@ #%!!!@@#!!!*****!!!” begitu kira-kira makiannya.. hehe.. Kuputuskan ikut maki-maki juga mumpung ada temen…
“Biasa aja kali Pak ngerem nya ga usah pake tenaga dalam segala!” Kataku sambil membetulkan posisi duduk ,
“Maaf,  abisnya tadi kaget pas Neng nepuk pundak.. “ Jawab Oom sopir menyeringai
“Makanya ga usah niru-niru speed underground juga lagi..” Balasku sambil manyun.
“Iya maaf, kan udah minta maaf!” seru Oom sopir ngotot
“Maaf maaf pale lu peang, liat niih jidatku benjol” Kataku lagi sembari pasang muka emosi.. huuhh rasanya pengen mukul, pengen jitakin, pengen ngupil juga.. hehe.. Perasaan riang pun hilang seketika seperti dihipnotis Romy Rafael, itu mah masih mending kali.. tapi yaa sudahlah memilih untuk melanjutkan lagi perjalanan menuju Pasar Baru.
                Setibanya di Pasar Baru, diliputi perasaan dongkol, sakit benjol di jidat, mual mules campur aduk ga karuan. Tetep berusaha mencari barang yang  dibutuhkan,  muter-muter keliling pasar sampe akhirnya semua keperluan terpenuhi lalu kuputuskan untuk pulang.. hehe masa iya mau nginep di pasar..
Tangan kanan dan kiri penuh barang bawaan ga membuat aku kehilangan cara buat nyetop angkot, kupilih-pilih angkot kali aja dapet angkot yang tadi.. hhmm oogaahh.. bisa segede bola tenis benjol di jidat, seperti biasa udah jadi tempat favoritku didalam angkot  duduk dipojokan sambil bawa barang bawaan yang lumayan banyak, “riweuh” berbagi dengan penumpang lain yang juga pengen duduk nyaman. Dalam perjalanan sambil menghitung-hitung uang kembalian dari belanja tadi, terlintas dibenakku untuk melihat keluar melalui kaca jendela angkot,                                                                                          
                                                                                                                                    “hhmm…. Ada yang ga bener niihh”, ucapku dalam hati.

Ternyata bener-bener memang ada yang ga beres, setelah diamati dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, “A-haa… omagooott.. aku salah jurusan.. !” Aku berteriak dengan mata terbelalak memperlihatkan kekagetanku.. (ga tau kaget ga tau bodoh.. hihi..), kontan para pesenjer yang saat itu asik dengan lamunannya sendiri menatap kearahku, semuanya… see~muaanyaa.. Sambil menyeringai dibarengi wajah tanpa dosa aku meminta kepada Oom sopir untuk berhenti.
“Berhenti disini aja Pa!” Pintaku malu-malu..

Kini giliran Oom sopir yang ngeluh sebab ternyata bisa-bisa nya dapetin penumpang yang ribet kayak aku ini.. hiks hiks… Dengan terpaksa aku turun juga dari angkot berikut barang bawaanku, aku relakan tempat favoritku diangkot itu untuk mencari angkot lain yang memang jurusannya menuju tempat tinggalku. Huuff..  bener-bener ga beruntung hari ini… keluhku dalam hati… 

Kamis, 04 Oktober 2012

ANGKOTTER SEJATI


Jilid 4


                Berbekal rasa percaya diri.. seperti biasanya menunggu angkot sambil milih-milih angkot yang kerenan dikit, sebab belajar dari pengalaman kalo musim penghujan, banyak angkot yang kewalahan dengan kondisi angkot didalamnya, bocor, majunya tersendat, bahkan gada ac nya hehe mimpi..
Yah seengga nya milih angkot yang full musik biar asik diperjalanan.  Voalaa… dapet juga angkot yang bagusan.. walaupun seperti biasa mesti rela berdesak-desakan, sebab resikonya kalo angkot bagus mesti sesak dengan penumpang..
Hari ini udara cerah secerah matahari bersinar yang kian menyilaukan mata, hhmm.. untungnya udah aku persiapkan jurus untuk menangkis cahaya yang menyilaukan seperti dalam iklan walaupun ternyata ga banyak ngaruhnya.. ‘korban iklan’.
Sambil duduk santai kubaca lagi daftar belanjaan yang bakalan dibeli nanti, kali aja ada yang terlewatkan, sebab hhmm… mahluk gaul yang satu ini punya hobi pelupa..  ga lama, penumpangpun semakin berkurang jumlahnya, menyisakan empat orang pria yang lumayan berwajah garang, badan tinggi besar, ah sangat menyeramkan.. siap-siap kuperiksa lagi dompet, hape, ga ketinggalan Alat Pengaman  Diri, kali aja mereka tiba-tiba menyerang, kenapa bisa? Ya sebab mata mereka saling berpandang-pandangan persis seperti berita kejahatan di televisi dan Koran-koran (padahal ga pernah baca Koran hehe) menghipnotis, merampok laluu… hiiiyy syereemm… sambil menggeleng-gelengkan kepala dan mengedipkan mata untuk menyadarkanku dari lamunan… tapi mendadak aku menahan tawa yang hampir keluar, saat salah satu dari mereka mengeluarkan hape dari tasnya, dengan jari lentik dan lemah gemulai pria itu menjawab panggilan telepon yang berdering dari hape nya “Halo chiin..  eikeu lagi diangkot nih, sabar wecheu” kalimat itu terucap dari mulutnya..
“Ooomaagooott leekoong”  akhirnya aku tebar pesona sambil mangggut-manggut menatap mereka (hehe daripada benjol digebukin).
                Sesampainya dikawasan Mall yang dituju, aku bergegas mencari toko buku favoritku, naik menggunakan lift menuju lantai tiga, hhmm.. ternyata ga diangkot ga di lift, sama aja selalu penuh sesak, ‘mau pada ngapain sih mereka?’ Seruku dalam hati ( sirik ajah hehe). Tadaa.. akhirnya sampai juga di toko buku, dengan penuh semangat berjalan gaya slow motion di filem-filem sambil baju tersibak angin (kebayang ga sih)..  iiihh… hoek cuuuh.
Berjalan mendekati rak buku yang berderet rapi.. kusentuh satu persatu sambil mencari-cari judul buku yang menarik untuk dibaca. (sayangnya semua buku gada yang pake tali ) Tertuju pada salah satu judul Psikologi Faal, salah satu cabang ilmu psikologi bagian dari ilmu biopsikologi.. heuheu.. tau nya Cuma itu.. so’ gaya padahal ga ngerti, mencari-cari buku novel yang dipesan anakku, sambil iseng dibacanya buku itu sambil jongkok bersandar pada rak buku. Belum sampai tiga bab membaca ternyata sekuriti udah asik berdiri sambil melipat tangan didada dan kaki kanannya mengetuk-ngetukan sepatu  kelantai toko..
“eheemm”  Oom sekuriti itu member isyarat kalo sebenarnya dia sedang menegur..
Aku menoleh kearah Oom sekuriti  sambil menganggukan kepala seraya tersenyum “hehe Cuma baca dikiiit ko’ pa” sambil pasang wajah tak berdosa.
Sampai didepan kasir pun Oom sekuriti itu masiih juga memandangku dengan mimik datar, ga senyum ga marah, ga ada tanda-tanda kehidupan hihi… mungkin lagi sariawan kali ya.. selesai bertransaksi, aku langsung melesat kabur dengan riang.
                Didalam angkot ku keluarkan buku novel yang baru saja kubeli, asik membaca sambil menunggu jalanan macet sebab hari ini ulang tahun Kota Bandung, macet full dimana-mana.  Gerah, pegel, berdesakan selalu mewarnai suasana didalam angkot, penuh dengan emosi, kegelisahan (kalo pas mules) bête apalagi, meskipun sesekali beramah tamah dengan penumpang angkot lain walaupun tanpa sajian teh dan makanan ringan.
Dua setengah jam berlalu untuk sampai dirumah tercinta, tak lupa sambutan hangat keluargaku didepan pintu tandanya mereka telah setia menunggu kedatanganku, namun kebahagiaan mereka tak berlangsung lama saat membuka tas keresek yang isinya Cuma buku.
“Pesananku mana?” Tanya anakku, “belanja apa aja?” Tanya kakakku menyusul
“Oalaaahh aku lupaa.. kalo tadi niatnya mau belanja!” daftar belanjaanku utuh tak tersentuh(Yukawira)
                

Senin, 01 Oktober 2012

ANGKOTTER SEJATI

Jilid 3

Dari mulai subuh hari, sejak malam hari malah.. perasaan galau tak terelakan.. bete ga karuan bikin segala sesuatu  menjadi ga enak di denger, ga enak dipandang, ga enak di nikmati bahkan buat makan pun ga semangat meskipun abis semangkuk bubur ayam pas sarapan pagi. Tapi tetep ajaa ga bisa dipungkiri kalo hati ini memang lagi ga enak.

Setiap fikiran negatif buru-buru di tepis, setiap prasangka buruk cepet-cepet di ralat, setiap doa yang terucap selalu melalui proses pertimbangan yang bener-bener dibutuhkan perasaan ikhlas, biar doa itu menjadi baik adanya, apapun yang terjadi selalu berharap yang terbaik untukku untuknya untuk semuanya..

Maka semangatlah yang muncul untuk tetap bertahan melawan kesedihan, kebencian, keangkuhan, dan selalu percaya bahwa Allah sedang menguji kesabaranku, menguji ketabahanku, walau sesekali aku berusaha banting  pintu buat menyalurkan emosi yang terpendam, tapi ternyata memang ga bisa sebab kebetulan pintunya memang udah rusak jadi ga ngaruh hehe..

Hari menjelang siang saat aku keluar dari kamar, celingukan kiri kanan kali aja ada "sesuatu" yang aneh di ruang tengah ataupun di dapur.. hhmm.. gada yang aneh juga.. akhirnya kuputuskan untuk bersiap-siap pergi, seperti biasanya setiap hari jum'at dan minggu pergi nengokin anakku di pesantren. Hari ini ada yang berbeda, sebab aku banyak sekali membawa barang bawaan dari mulai sepatu, obat amandel, makanan, senter, sampe ga ketinggalan panci.. soalnya Jum'at minggu ini anakku mau mengikuti acara perkemahan lomba ketrampilan Pramuka. setelah di kumpulin ternyata mirip seperti orang yang baru di usir dari kontrakan hehe ribedd... ga lupa juga buku novel yang baru dibeli kemaren aku bawa biar diperjalanan bisa dibaca niru-niru gaya ponakan.

Hari mendung tak menyurutkan niatku, dengan semangat full aku naik angkot seperti biasanya, rasa risi mulai mengganggu saat seisi penumpang serempak memandang ke arahku.. "Kenapa sih pada ngeliatin?" bisikku dalam hati. Dengan gaya cuek bebek aku duduk di pojokan sambil menyamankan diri bebenah barang bawaan. Akhirnya kubuka buku novel yang udah dipersiapkan tadi, dengan gaya sok imut aku mulai membaca halaman demi halaman sambil sesekali menyeka air mata, bukan karena bukunya menceritakan kesedihan tapi memang matanya kelilipan. Ga berapa lama hujan pun turun dengan derasnya, keasyikan itu harus terhenti karena tiba-tiba angkot yang kutumpangi didapati bocor dimana-mana, kontan seisi penumpang yang kebanyakan perempuan teriak-teriak "Bocoooorr.. bocooorr..!" sambil ga lupa mukul-mukul kaca mobil, jewer kuping, saling jambak rambut geser kiri geser kanan menghindari bocor dari arah jendela dan dari atap mobil.. xixixi lebay dot com.
Akhirnya aku keluarkan panci yang kubawa buat nadahin air hujan yang netes dibelakangku "Amaaann" pikirku..
ga lama si nenek salah satu dari salah tujuh penumpang angkat bicara "Neng pinjem pancinya dong, disini bocor juga!" Ujar si nenek.
Dengan senyum menyeringai seperti kuda ngeliatin giginya, aku kasiin juga itu panci, "Ni Bu.. tapi aernya udah penuh" jawabku santai..
Akhirnya dengan berbasah-basah ria, aku ikhlasin juga itu panci demi si nenek yang ga mau basah bajunya sebab mau pergi ke kondangan.

Turun di perempatan jalan kembali orang-orang memandangi dengan penuh pertanyaan, mungkin mereka keseringan ngisi TTS dan ga pernah bisa jawab kali yaa..
Mereka terheran-heran karena turun dari angkot tapi bajunya kok basah, sebab pada saat itu diperempatan tempat aku berhenti memang belom turun hujan.
Tapi dengan santai aku terus berjalan, anggap aja aku lagi jalan di catwalk.. pede abis.

Didalam pesantren, seperti biasanya hilir mudik santri yang baru keluar dari masjid setelah sebelumnya Shalat Ashar berjamaah. Kucari-cari anakku kesetiap sudut mirip seperti mencari uang receh yang jatuh kelantai kemudian bergelinding entah kemana. Sambil menunggu anakku, aku menyempatkan ngobrol-ngobrol bareng orang tua santri  lainnya yang kebetulan sama-sama melakukan kunjungan.
Anakku akhirnya muncul juga dengan senyum kecilnya, mendekatiku dengan perasaan senang sebab panci yang dipesannya kubawa juga.

Setelah lama berbicang bersama anakku dan ponakanku yang juga menimba ilmu di pesantren, akhirnya kuputuskan untuk pulang, karena hari menjelang maghrib.
Semua perlengkapan yang kubawa tadi telah kuserah terima-kan berikut panci yang udah menjadi dewa penolong sesaat. Panci kecil membawa berkah.
Dan semoga benar-benar membawa berkah.

Berjalan keluar halaman pesantren dengan perasaan yang masih diliputi rasa bimbang, sedih, sebel bercampur aduk. Entahlah kenapa hari ini begitu menyebalkan bagiku. Dengan berat hati kuajak paksa kaki ini untuk melangkah, sesaat terpikir untuk pergi entah kemana.. kemana saja kaki berjalan, agar perasaan ga karuan didada ini hilang, walau pada akhirnya menyerah juga sebab terlalu banyak supir angkot yang menawarkan aku untuk ikut didalamnya.
(Hhmm... memang mau nya supir angkot ya begitu hehe)

Turun naik penumpang sepanjang perjalanan mewarnai suasana didalam angkot, yang tua yang muda yang bau keringet juga ada.. ga ketinggalan pengamen yang bergantian nyanyi meskipun suaranya sember ga enak didenger membuat uang recehanku berangsur-angsur habis, meskipun fasilitas angkot udah dilengkapi musik full stereo mega bass... ga ngaruuuuhh.. mereka cuma butuh uang meskipun sekedar recehan, mereka cuma butuh buat makan meskipun kadang-kadang ada juga cuma buat ngasah bakat (bakat ngamen maksudnya hehe.. maaf )

Setelah hampir mendekati rumah, penumpang mulai bergantian turun, aku yang selalu ngambil posisi pojok bergeser ke depan duduk manis dibelakang Om sopir, ga sengaja kuperhatiin Om sopir dari belakang, sambil menebak-nebak  sesaat aku bertanya didalam hati (sebab gada orang lagi di dalam angkot yang bisa aku tanya) "Ini Om sopir kok gaul banget ya gayanya".. saat aku bilang stop persis didepan gang rumahku, aku turun sambil iseng menatap wajah Om sopir penasaran, "Busyeeeett... cakep bangeeett" bisiku dalam hati..
Dengan penuh penyesalan akhirnya aku turun dari angkot. Meski kondisi hati kacaupun ternyata masih sempet-sempetnyaa mata ini jelalatan hehe... Ya Allah maafkan aku yang selalu mengagumi cowok cakep.. hihi... itu bukan salahku.. tapi salahnya Om sopir kenapa cakep... (Yukawira)



Kamis, 20 September 2012

MENDADAK SELEB..

Sejak subuh hari gada kerjaan, cuma tiduran sambil nunggu aer mendidih buat mandi si cantik anakku Shyfa, bentar lagi jam nya berangkat sekolah. Mau nyuci nanggung, mau nyapu nanggung juga (beuu.. itu mah bakat hehe).
Abis beres nyiapin segala keperluan anakku, akhirnya kulepas dengan rasa bangga mengantar anakku untuk pergi menuntut ilmu (tapi ga pake banner ya nuntut nya).
Memilah milih baju yang bakal di pake entar siang (padahal cuma segitu-gitunya) ada meeting bareng temen di sebuah mall di kawasan jalan Pajajaran.
Menjelang siang, aku celingukan sendiri mencari-cari dimana gerangan temen-temenku yang katanya sedari tadi sudah menunggu, akhirnya kutemui mereka sambil mengkerutkan dahi.. "Kamu... iihh ini kamu yaa.. ?" sapaku sambil nunjuk sohib gokilku dimasanya.. cipika cipiki tak terelakan.. "Ihh kamu juga beda bangeeett.. !" sapa temenku sambil membalas cipika cipiki.. tanpa nunggu panjang lebar dan melupakan jaim.. akhirnya obrolan seru pun terjadi sesekali tertawa ngakak tanpa beban.. (padahal masih mikirin kreditan yang belom di bayar hehe).
Setiap temen yang ketemu pasti kata yang pertama keluar "Kamu teh beneran.. ? aneh.. aku nengok kanan kiri, liat ke bawah kali aja kakiku ga napak di lantai.. kuperiksa punggungku.. ga bolong.. "aneehh yang bo'ongan apanya ?" jawabku.. "Iya ini aku, bukan kuntilanak.. !" kataku lagi..
sebetulnya yang mereka tanyakan adalah status di efbi..
Alamaakk.. ternyata kabar burung itu udah menyebar ke seluruh pelosok negeri, sialan juga tu burung.. sempet-sempetnya nyebarin gosip hehe..
Tapi yaa ambil sisi positif nya deh.. ternyata Miss populer jutek di jamannya, hari gini masih tetep populer juga meski beritanya menyedihkan.. ikhlas buu..
Tiba giliranku memesan makanan.. kupilih-pilih makanan yang mengenyangkan tetapi ga keliatan rakus.. ee tetep keliatan juga.. sebab ternyata yang kupilih makanan porsi untuk berdua, hihi.. 
Waktu menunjukan pukul 2 siang..aku dan temenku masih nulis ngabsen temen-temen sebangkunya masing-masing, sebab rencana reunian yang sebenarnya masih dibahas.
Rasanya seperti mimpi bisa ketemu sohib-sohib gokil yang udah 23 taun ga ketemu, meskipun ga semuanya.

Perasaan kangen akan masa lalu begitu menggebu, kangen sama suasana belajar yang kadang suka mukul-mukul meja kalo guru ga masuk, teriak-teriak sambil lempar panci.. hadeuuh ga banget.. kangen sama Kepala Sekolah yang baek, sama guru Bahasa Inggris yang tiap ngajar ga pernah kedengeran suaranya, kangen sama guru Bahasa Sunda yang suka merem kalo dengerin muridnya menjawab pertanyaan, terus begitu matanya dibuka pada ngumpet semua, kangen sama guru biologi yang selalu membahas zigot, kangen sama guru keterampilan yang ngajarin bongkar sepeda motor tapi ga bisa masang lagi,kangen sama acara main bola yang selalu menang terus,kangen sama Wali kelas (kangen ga siih.. lupa ? ) kangen sama tukang es teh yang udah nongkrong diluar pagar kalo waktunya istirahat tiba, kangen sama tukang bala-bala yang kalo beli 5 ngakunya 2.. plis porgif mi ya Mang hehe..  ah kangen sama semuanya deh.

Ternyata, masa muda ga sia-sia, masa remaja yang full aktifitas, masa muda yang penuh kenakalan tapi tetep positif. Ga sia-sia badung.. dan ga salah-salah amat kalo sekarang jadi mendadak kayak seleb, semoga saja perjuangan mereka juga ga jadi sia-sia di masa yang akan datang. (Yukawira)

Senin, 17 September 2012

ANGKOTTER SEJATI

Jilid 2
Pagi-pagi, saat sibuk menyetrika.. tiba-tiba muncul mahluk so sibuk dari balik pintu.. "Tanteee..!" teriak ponakanku. "Ih tumben-tumbenan sepagi ini dah dateng kesini ?" sapaku keheranan.. sebab biasanya ponakanku paling anti bangun pagi kalo hari libur. 
"Iya kan udah janji kita mo pergi ke Pesantren " jawab ponakanku sambil sibuk nyari tisu, terus langsung nyerocos  promosi novel yang baru dibacanya lalu dipamerin ke anakku. Anakku yang sedari tadi sibuk ngedit presentasi di netbook nya langsung kontan berhenti begitu ngeliat buku novel yang di pamerin kakak sepupunya.
Akhirnya mereka berdua keluar kamar,  rame diskusiin buku-buku yang kebetulan berserakan belom sempet di beresin (emang bawaan lahirnya males hehe).
Setelah menunggu lama menyelesaikan setrikaan, tiba saatnya pergi ke pesantren, aku ponakan dan anakku bergegas keluar rumah dengan dibekali semangat yang menggebu menuju tempat anakku Sulthan Syauqi menuntut ilmu.


Suasana gerah didalam angkot ga menyurutkan niat anakku dan ponakan, mereka asik membaca buku novel yang sesekali ditutup saat ada penumpang lain naik ataupun turun dari angkot.. ga pake lama angkot pun penuh.. sejujurnya aku mulai merasa bete, sebab mendadak para penumpang angkot yang budiman menjadi autis, asik dengan hape nya masing-masing, ada yang esemesan, ada yng dengerin lagu, ada juga yang lagi pamerin hape baru hihi ga bangeeett.. sedangkan aku seperti biasa asik berjuang melawan ngantuk yang selalu menggoda untuk menutupkan mata sebab semalaman tadi ga bisa tidur. Aku periksa bolak-balik hape ku.. gada yang istimewa, sebab aku satu-satunya mahluk manis yang bawa hape tapi gada satupun pesan masuk hehe.. sebab demi menjaga privasi daftar nomer telepon di hape cuma ada nama kakakku, ponakan, sepupu, tukang gas, dan si eheemm... maaf batuk..
Sesampainya di depan pesantren, aku langsung mampir ke supermarket terdekat dan terkini, buat beli cemilan tapi ga pake cepuluh, biar pas ngobrol ga garing gada yang bisa di makan.

Sehabis shalat Ashar, akhirnya para santri dan santriwati pun hilir mudik berebutan mencari sendal yang sesekali diumpetin santri laennya, anakku cowok dengan kepedean so seleb melambaikan tangannya ngasih tau kalo dia udah keluar dari mesjid. Ponakanku yang udah siap-siap mencuri start tanpa komando langsung mendekati sambil tidak lupa mencari-cari santri impiannya kali aja saat itu muncul (hihi ngarep banget).
Obrolan pun dimulai, sambil buka-buka efbe di netbook yang selalu setia dibawa-bawa, ngalor ngidul ketawa cekikikan,"ki, kok anak esema nya pada ga keliatan ?" keluh ponakanku sambil terus mencari-cari santri  favoritnya, "Yaa ada, di kamarnya masing-masing" jawab anakku cuek, "hadeeww udah keren abis gini gada yang bisa di liat rrgghh!" geram ponakanku, walau sebetulnya banyak santri yang bolak-balik pura-pura numpang lewat, atau yang pura-pura nonton santri lain yang lagi latihan sepakbola.. tapi yaa namanya juga di pesantren.. ketat banget sama peraturan, sabaaarr jeeeng... ! hehe  serasa dalam filem "Negeri 5 Menara" walaupun ga mirip-mirip banget hehe..
tiba saatnya pulang, kami pun segera bergegas meskipun tersirat di wajah anakku rasa kangen yang teramat, tapi yaah.. apa boleh buat.. jum'at depan dia pengen minta izin dua hari untuk pulang, karena ingin menjumpai "seseorang" yang selalu aku ceritakan.

Kembali didalam angkot, kali ini ga terlalu sesak, sebab hari menjelang maghrib, angkot pun melaju tanpa banyak basa basi. Mendekati terminal Lw Panjang macet tak terelakan, hihi kalo ga macet mah bukan terminal namanya..
Mencari-cari angkot kosong supaya bisa duduk nyaman sambil selonjoran akhirnya kami dapatkan.. sebab kami bertiga selalu menjadi mahluk kiyutt the last passanger.. ga percayaa ?.. buktinya maghrib itu sampe tiga kali di transfer ke angkot lain sebab gada lagi penumpang yang menuju satu jurusan. Dengan terpaksa masuk kedalam angkot yang penuh sesak penumpang.. "huuff.. udah ah mudah-mudahan ini angkot terakhir yaa, ga pake di pindah-pindah lagi" kataku. Tapi sisi baiknya aku ga harus bayar ongkos, yaa seengga nya ongkosnya cuma bayar separuh.. hihi alhamdulillah rejeki itu selalu datang dalam bermacam bentuk, kataku dalam hati.
Anakku dan ponakan tercihuy kehabisan energi untuk berkata-kata, bahkan hanya untuk sekedar nguap.. (padahal dalam hatinya pada dongkol sebab mereka ga ketemu santri idamannya hehe lebay..)(Yukawira)

Jumat, 14 September 2012

ANGKOTTER SEJATI

BERBURU DI PASAR BARU


Subuh sehabis sholat, buru-buru bergegas mencari baju kotor yang numpuk untuk di cuci, hhmm tumben-tumbenan pagi hari udah sakau kepengen nyuci.. pasti ada yang di nanti... ga lama kakakku muncul dari balik pintu.. (yang pasti gaya nya ga mirip cicak yang nemplok di pintu).. 
"Lho tumbeen pagi gini udah nyuci ?" tanya kakakku keheranan.. "Iya, mau ke Karapitan nih udah janjian pengen hunting bahan" kataku sambil terus memandangi banyaknya cucian.. "Ya sudah... nyuci sanaa.. ada deterjen nya tuh!" jawab kakaku dengan gaya bicara seperti iklan mie instan sambil berlalu pergi.
Setelah selesai mencuci, tiba giliran antre di kamar mandi.. hhmm.. sambil menunggu kosong warem-ming-ap dulu biar ga kedinginan, pergi melantai sambil membawa sapu..
Jam menunjukkan pukul 9 pagi, tanda aku harus bergegas pergi. Dengan berbekal rasa percaya diri, ku tancap gas motor sepupuku yang kupinjam menuju Karapitan dimana keponakanku berada, berbekal nekad aku melaju di tengah sibuknya kota Bandung yang makin siang makin terasa sesak dengan banyaknya kendaraan berlalu lalang.
diitt diitt.. kubunyikan klakson sambil dengan susah payah kuparkir motor di halaman toko kakakku, ga lama ponakan ku muncul sambil tersenyum riang, sebab hari ini moment pertama keluar bareng aku mengendarai motor, tapi duduknya ga di muka karena bukan mengendarai kuda.
Dengan diwarnai pembicaraan sengit dengan kakak iparku, akhirnya tiba juga saatnya pergi untuk berburu ke Pasar Baru.
Belum sempat mencari toko, tiba-tiba dibelokan jalan menuju jalan Suniaraja motorku diberhentikan Polisi yang kebetulan sedang mengadakan razia rutin, "Priiiitt... " polisi itu dengan terengah-engah meniup pluitnya dan menyuruhku memarkirkan motor.
"Selamat siang Bu, boleh mengganggu sebentar?" sapa Pak Polisi setengah baya (sebetulnya udah tua sih).. dengan senyum diwarnai perasaan kaget aku balik menyapa "selamat siang Bapak, bapak tau aja kalo aku mau lewat" kataku terpaksa ramah hehe...  
"Boleh lihat STNK nya Bu,!" lanjut Pa Polisi.. "Dengan senang hati Bapak, saya kan baik hati dan tidak sombong" kataku sambil nyengir jemur gigi..
"SIM nya boleh dilihat juga Bu?" tanya Pa Polisi lagi, dengan perasaan nekat, kuberikan juga SIM ku yang sudah lewat dua bulan masa tayang.. walhasil, Pa polisi membawaku ke emperan toko untuk menulis surat tilang. Ponakanku ngedip-ngedip seperti kelilipan memberikan kode tanda ga ngerti..
"Jadi gimana nih Tan..? tanya ponakanku, "yaa ga gimana-gimana.. udaaahh serahkan saja semuanya pada Yang Maha Kuasa" jawabku lebay..
berunding dulu ah..
Dengan wajah memelas berlinang air mata (kebiasaan lama tak terelakan) aku pasang muka menyedihkan (hoek cuiihh) "Pa, tolonglah diriku Pa, ga usah pake surat tilang segala ya Paa, pliiiss !" segala jurus untuk memikat Pa Polisi aku kerahkan.. namun Pa polisi itu tidak bergeming seperti dalam gerakan di dunia persilatan ..semua jurus sudah dikeluarkan, namun akhirnya jurus pamungkaslah yang meluluhkan hati Pa Polisi.
Tibalah aku dan ponakanku di Pasar Baru, mencari-cari tempat parkir yang nyaman agar kendaraanku bisa beristirahat dengan nyaman.
Berjalan disepanjang pertokoan keluar masuk menanyakan barang yang dicari, panas terik ga kerasa (karena ada didalam pasar hehe). Dengan perjuangan panjang, selesai juga berburu walaupun harus sedikit menunggu, taadaaa...  barangpun siap dibawa pulang.
Melintas di kawasan pertokoan jalan Otto Iskandardinata, aku dan ponakanku mampir di toko bahan untuk membuat pernak-pernik,  penuh berdesak-desakan  tapi tak menyurutkan semangat, teringat selalu yell-yell yang diteriakan anakku "Cemungudd kakak ea ea.." akhirnya berhasil juga melewati kasir yang sudah sedari tadi berdiri menunggu dengan setia.
Setelah urusanku dengan Abang tukang Parkir selesai, kemudian aku dan ponakanku pergi meninggalkan kawasan pertokoan tanpa jejak, rasa haus dan lapar tidak terasa lagi (karena memang baru saja selesai makan ). 
Menjelang sore setelah bersusah payah mencari cat akrilik, akhirnya aku bergegas pulang menuju tempat tinggalku tercinta, dengan bercampur bau keringat dan debu, aku memacu sepeda motorku layaknya Valentino Rossi pergi ke pasar (hehe itu mah sarimin yah)(Yukawira)

Rabu, 12 September 2012

ANGKOTTER SEJATI

Jalur I 
   Always Oversleep


Udara segar saat keluar dari rumah, matahari masih malu-malu menampakan sinarnya, maklum masih pagi.. sambil menyapa beberapa orang yang kebetulan lewat depan rumah, hhmm... mau kemana dulu  ya hari ini ?.. akhirnya sampe di jalan raya, mulai keliatan hiruk pikuk nya angkot yang lagi nyari penumpang. Tidak lama kemudian saya dapet angkot yang lumayan bagusan, ga terlalu penuh juga penumpangnya, dan yang pasti supirnya ganteng.. ga bau keringet pula heuheu.... iya dong, kan jadi tambah semangat duduk manis didalam nya hehe...
seiring waktu berlalu, naik turun penumpang silih berganti, sang supir mulai keheranan.. tengak tengok ke belakang, kebetulan saya duduk dipojokan angkot, "Neng turun di mana?" tanya Oom supir, "di terminal Pak!" jawab saya, walaahh jangan-jangan saya bakalan diculik  sama Oom supir, saya kan cantik, baik hati dan tidak sombong hihi... pede abis..
Akhirnya tiba di terminal yang dituju.. "Neng udah sampe di terminal nih!" teriak Oom supir.. waduupp saya celingukan sambil ngucek-ngucek mata, ternyata saya sempet ketiduran di angkot, hhuuff  saya buru-buru keluar dan langsung pergi, tiba-tiba Oom supir itu manggil-manggil.. "Neeeeng.. Neeeeng kok langsung pergi sih?" teriak Oom supir, walaah jangan-jangan Oom supir itu mau minta tandatangan lagi.. pikir saya, akhirnya dengan tampang kepedean saya deketin Oom supir itu "ada apa pak? " tanya saya polos, "Neng kok buru-buru pergi sih, kan belom bayar ongkos angkot nya!" ucap Oom supir dengan nada jengkel (bangeeedd)," hehe.. maaf ya Pak, saya lupa", sambil ngasiin ongkos , akhirnya saya berlalu sambil tebar pesona sama orang-orang di sekeliling yang kebetulan menyaksikan peristiwa yang sangat memilukan ini.
Setelah tengok kanan kiri, akhirnya saya menyeberang jalan yang kebetulan macet tapi bukan karena si Komo lewat, menuju pusat perbelanjaan,  saat itu lumayan padat sama pengunjung yang berteduh kepanasan, hehe.. yang belanja juga ada siihh.. 
Akhirnya saya temukan angkot favorit saya warna merah, "Pak ke Alun-alun ?".. tanya saya sambil nutupin dahi pake tangan menghalangi sinar matahari yang ngotot pengen natap mata saya, pak supir pun meng-anggukkan kepala karena memang lagi bersin-bersin, akhirnya saya naik angkot warna merah itu sambil berusaha geser kiri geser kanan supaya bisa dapet tempat duduk yang pas sama badan yang kadang suka dihitung dua sama Oom supir.. hadeeww jahaatt nyaa..   
Setibanya di Alun-alun, saya mulai celingukan nyari sesuatu yang bikin saya bener-bener ga bisa nahan, Toilet.. dimana toileett.. saya berjalan dengan elegan sambil nahan mules ga karuan.
Akhirnya saya muter-muter nyari bahan buat  bikin sarung bantal dan seprei, ketemuu.. dengan hati riang dan senang saya bergegas pulang sambil terpincang-pincang sebab nahan pegel kaki berjalan ria pake haig hil tercinta hehe...
Bermenit-menit nungguin angkot yang mudah-mudahan pemumpangnya kurus-kurus ga ngabisin tempat, setelah itu angkot zigzag meluncur cepat sebab Oom supir hatinya senang mendapati kursi belakang fully passanger..  
Sesampainya di Pasar Atas, Oom supir lagi-lagi bertanya "Neng turun di mana ?"
saya celingukan sambil untuk yang kedua kalinya gosok-gosok mata, "alaamakk stooopp brenti sinii Paaakk!" 
Dengan dibantu tenaga dalam Oom supir itu menginjak rem, ciiiiiiittt... mobil pun berhenti tanpa ampun.
"Maaf Pak saya tadi ketiduran, rumah saya udah kelewatan jauh hehe.. " sambil malu-malu saya pun memberikan ongkos yang tinggal recehan untuk kembali jalan kaki menuju rumah tercinta.
Masya Allah.. mau hepi sehari aja pengorbanannya mesti harus seperti ini.. tapi yang pasti saya harus tetap bersyukur sebagai Angkotter sejati, menjunjung tinggi rasa berbagi (berbagi tempat dengan penumpang lain maksudnya hehe) (Yukawira)