Kamis, 15 November 2012

WANNA TRY "SEMUR JENGKOL?"

JENGKOL MESKI BAU TAPI TETAP DIMINATI

Pernah nyantap jengkol? atau pernah masak jengkol? atau juga punya pohonnya mungkin? enggak..? hhmm.. paling tidak pernah lihat atau denger yang namanya jengkol?.. bener kan bener doong..! kalo ga pernah berarti ketauan ga pernah belanja ke pasar.

Jengkol itu makanan yang aromanya bau tapi masih selalu banyak peminatnya, apalagi kalo cara masaknya benar.. Didalam jengkol terdapat zat kapur yang bisa mengendap yang sebenarnya bahaya terutama untuk Pria, apalagi kalo menyantapnya sekilo sendirian :P.. tetapi jika menyantapnya hanya dalam porsi kecil justru menjadi obat (obat laper maksudnya :D). Didaerah Kalimantan khususnya daerah Banjarmasin, Samarinda menyantap jengkol cukup hanya dengan direbus sampai empuk, lalu di makan bersama-sama dengan santan yang sangat kental yang hanya dibubuhi garam yang dikenal dengan "TELALA", di Padang jengkol dimasak bumbu kuning seperti kare, sementara di Bandung jengkol dimasak bumbu semur.

Karena baunya yang tidak sedap menjadikan sebagian orang malas untuk menyantap jengkol.
Dibawah ini ada beberapa tips supaya bisa menyantap jengkol tanpa khawatir dengan bau yang dihasilkannya..

@ Bubuhkan 7 lembar daun jambu klutuk /jambu biji pada saat        merebus
@ Bisa juga memberi beberapa butir cengkih pada saat direbus.
@ Setelah proses perebusan, cucilah jengkol dua hingga tiga kali untuk menghilangkan zat kapurnya.
@ Minumlah larutan penyegar setelah menyantap jengkol, dalam     beberapa kasus, larutan penyegar bisa menghilangkan bau tidak sedap dimulut dan mengurangi bau pada air seni setelah menyantap jengkol.

Jadi buat para "Jengkoller" ga usah takut lagi dengan aroma bau yang keluar. Coba dan buktikan sendiri langkah-langkah diatas, kalo ternyata masih bau juga coba aja tips yang terakhir yaitu kumur-kumur pake Karbol atau ngemut kamper.. dijamiiinn... ???
(Yukawira)

Senin, 12 November 2012

MEMBENTUK KARAKTER PADA ANAK

PERAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN PADA PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK


"Kamu kok dari tadi maenan ponsel kak, bukannya belajar!"  Seru sang Ayah sambil kembali lagi asik dengan laptopnya.

"Iya, ini baru mau belajar" Jawab si anak.. kemudian si anak masuk ke kamarnya dan kembali meneruskan keasikannya sms an di ponsel.
Lalu kemudian datang si Adik merajuk pada Ibunya meminta menyelesaikan pekerjaan rumah yang dirasanya sangat sulit untuk di kerjakan.
"Sama ayah saja minta tolongnya, Ibu ga ngerti.. " Jawab Ibu mengelak..
"Ayah sedang sedang sibuk dengan tugas kantornya Bu,.. "
"Ya sudah nanti tunggu sinetronnya selesai yaa.." Jawab si Ibu lagi..


Dari penggalan cerita diatas terlihat bahwa sebenarnya si Ayah sudah "kehilangan figur" sebagai seorang ayah, sibuk dengan pekerjaan kantor bukan berarti tidak ada waktu untuk anak-anak. Seharusnya si Ayah bisa lebih profesional dalam membagi waktu, kapan saatnya untuk pekerjaan dan kapan saatnya untuk keluarga meskipun hanya beberapa menit. Begitu pula dengan si Ibu.. meskipun tugas rumahtangga yang tidak pernah ada habisnya 24 jam pekerjaan itu selalu muncul.. namun tidak melulu harus mencuci, memasak atau menyetrika, kalau untuk menonton sinetron saja bisa meluangkan waktu berjam-jam (plus iklan) kenapa tidak meluangkan waktu untuk sekedar menemani anak belajar dan membantu mengerjakan PR nya. Kendati demikian seharusnya ada komitmen antara Ibu dan Ayah mengenai siapa yang berhak membantu anak-anaknya dalam hal belajar, meskipun adalah sudah menjadi  kewajiban orang tua dalam mendidik anak dirumah.

Hal seperti itu membuat si anak akan berfikir "Jika orang tua tidak peduli pada saya, maka saya berhak untuk tidak peduli dengan ucapan mereka".

MEMBIASAKAN UNTUK MEMINTA MAAF

Kesalahan sekecil apapun yang dilakukan orang tua entah itu pada anak, pada saudaranya, atau pada ayah/ibunya akan lebih baik untuk meminta maaf. "Maafkan mama ya kak, mama terlambat menyiapkan sarapan", atau "Ayah minta maaf ya dek, ayah telah berbicara keras tadi"
Meminta maaf akan membuat si anak merasa "dihargai" menenangkan bathinnya, merasa tidak disepelekan. Dengan begitu si anak akan melakukan hal yang sama kepada orang lain "Meminta maaf tanpa paksaan".
"Bu, anak ibu tadi sudah merebut mainan anak saya, dan sekarang mainan itu dihancurkannya!" Keluh Ibu A
"Ooh.. berapa sih harga mainan itu, nanti saya ganti?" Tanya si Ibu B sambil memegang tangan anaknya
"Anak saya memang begitu, kalau ada mainan pasti dirusaknya" Dengan bangga si Ibu memberi alasan sambil mengelus kepala anaknya.

Sekilas solusi yang Ibu B berikan akan menenangkan perasaan Ibu A, bahwa dengan menggantinya masalah terpecahkan, tapi bagi si anak.. mereka akan berpendapat bahwa apa yang dia lakukan terhadap temannya sah-sah saja. Dengan begitu dia akan berfikir bahwa "Kata Maaf" itu tidak penting.
Si anak akan tumbuh menjadi anak yang egois, yang selalu merasa orang harus mengerti saya, tapi saya tidak perlu mengerti orang lain. Kata "Maaf" hanya berlaku untuk orang lain kepadanya.

Sebenarnya, yang perlu kita tahu, rumah adalah "sekolah pertama" bagi anak, karena dari 24 jam, kegiatan terbanyak dilakukan dirumah. Tuhan tidak pernah menciptakan anak nakal, tapi orang tua lah yang menjadikan anak itu "berlabel" nakal atau baik. Orang tua dan lingkunganlah yang menciptakan Karakter pada anak.

Sabtu, 10 November 2012

ANGKOTTER SEJATI

JURUSAN 6

Run Like Rossi
Bandung diguyur hujan dari sejak subuh membuat aku menarik kembali selimut meskipun ga bisa tidur, hari ini jadwalnya anakku "mudif" di pesantren. Seperti biasa menyiapkan baju yang hendak dibawa, makanan dan keperluan lain yang selalu direquest setiap akan berkunjung.
Hhmm... pokoknya hari ini harus semangat, ga ada kata malas meskipun gerimis mengundang (itu mah lagu kali)...
Tapi hari ini kuputuskan untuk pergi dengan menggunakan sepeda motor (dapet minjem) sekalian banyak keperluan yang mesti di beli, bisa telat pulang kalo cuma naek angkot.

Sepatu, tas, hape, dompet, helm, semua udah siap, ga lupa jaket kulit yang selalu setia nemenin meskipun udah lecek tapi masih keren buat dipake heuheu pede.... 
Selesai shalat dhuhur langsung tancap gas menyusuri jalan raya yang selalu macet dengan kendaraan yang entah mau pada kemana sih mereka.. ikut-ikutan menuh-menuhin jalan... Tapi hujan seakan ga mau diajak kompromi, tanpa pemberitahuan langsung turun dengan lebatnya, hadeeuuw.. aku yang udah keren begini mesti basah kuyup lantaran mau berhenti ga ada tempat berteduh dan memilih untuk terus melanjutkan perjalanan sebab harus ngejar waktu (gada kerjaan yaa waktu dikejar-kejar).

Tak lama hujan pun berhenti, mendadak kendaraan roda dua langsung berhamburan melanjutkan perjalanannya, iihh jadi mirip orang lagi kampanye, sambil melaju mengingat-ingat kembali saat menghabiskan malam tahun baru berdua sohib di surabaya, keliling kota sampe pagi bareng anak-anak motor di Balaikota, muter-muter ngabisin bensin, ngabisin energi, ngabisin duit juga cuma karena ga tau jalan pulang.. :-p
Atau teringat waktu ikut kampanye salah satu partai padahal ga ngerti sama sekali yang namanya politik, seru-seruan aja..
Suara klakson bis yang tiba-tiba menyadarkan dari lamunan (hehe ngelamun mulu) mengembalikan aku untuk konsentrasi layaknya pembalap kawakan, salip kiri salip kanan melewati angkot yang kejar-kejaran berburu penumpang.. ciihh kali ini belagu dikit boleh lah.

Sesampainya di Pesantren selepas Shalat ashar, anakku udah bersiap ditangga masjid biar 'mama' nya ga usah nyari-nyari katanya.

"Mama kok tumben-tumbenan pake motor lagi?" tanya anakku heran.
"Iya kan biar cepet aja, daripada pake angkot kelamaan" Jawabku santai.
sejenak anakku tertegun melihat 'mama' nya, baru nyadar kali mamanya keren (astagfirullah hoeekk cuuhh), tapi lalu tertawa ngakak sebab bajuku, sepatukku, tas ku juga basah kehujanan sepanjang perjalanan. Beuuhh pengorbanan demi buah hati..

"Kalo basah kuyup gini mah keren nya jadi ilang, ma!" timpal anakku sambil nutupin mulut dengan kedua tangannya.
Aku cuma ikut tersenyum manis (dimanis-manisin) mendengar celotehan anakku.
Berlama-lama ngobrol, curhat tentang pelajaran, sampe nyempetin juga jajan bakso ikan.
Jam menunjukan pukul 5 sore, lonceng berbunyi tandanya para santri harus segera siap-siap mandi untuk shalat maghrib. Setelah barter pakaian yang bersih dengan yang kotor, aku pun memilih untuk pulang biar ga keujanan lagi di jalan. Kali ini kusiapkan headset biar bisa dengerin musik disepanjang jalan selama berkendara, tak lupa lagu Don't You remmember nya Adelle menjadi lagu pertama yang diputar (beuuhh gayanya.. padahal ga ngerti artinya).

Namun baru setengah perjalanan hujan pun kembali turun meskipun rintik-rintik, hhmm... kupacu sepeda motorku layaknya Rossi (pas lagi kempes ban).
Kalau tau begini... meningan naek angkot deh.. Angkot oh angkot.. ternyata masih jadi pilihan pertamaku disaat-saat seperti ini.(Yukawira)



Jumat, 09 November 2012

BELANJA ASIK DAN BERBURU KULINER DI BANDUNG

MASIH WEEKEND DI BANDUNG


Terkadang masih banyak orang yang ga tau kalo sebenarnya bandung itu gudangnya industri kuliner, dari kuliner yang murah sampe yang mahal pun banyak tersebar, begitu juga soal fashion.. hhmm gudangnya banget.. distro dan factory outlet udah menjamur dimana-mana layaknya jamur dimusim hujan.
Tapi hati-hati, ga sedikit orang yang terjebak dengan masalah harga, kalo buat yang kocek nya penuh sih mungkin ga masalah, tapi kalo buat yang pas-pasan.. ada lokasi-lokasi belanja yang murah meriah tapi ga kalah bagus kualitasnya.

Buat yang seneng banget kuliner, kenapa ga nyoba makanan yang namanya "Mie Kocok Kaki Sapi" di kawasan jalan Sunda, atau "Lotek" makanan khas Jawa Barat yang berada di kawasan Buah Batu, atau mungkin warung-warung tenda di kawasan Dago buat anak muda yang suka nongkrong.. ada warung susu murni, pisang keju di "Madtari" dikawasan dago juga, atau "Perkedel Bondon" dikawasan stasion Lama, yang buka mulai pukul 21.00 sampai subuh, ada juga "Ayam Kabur" di daerah Soekarno-Hatta, terus ada Mc. Darmo yang nyediain pecel lele, bebek plus lalapan, ada juga warung Pa Ato di depan Taruna Bhakti, yang terkenal sama nasi uyek nya, "Ayam SPG" di Jalan Pasundan, ada lagi "Ayam Cihapit"... "Tahu Tidur" resto tapi murah meriah cukup buat yang punya kocek tinggal noban-an.. hehe..
Atau kalo mau sambil olah raga, bisa pergi ke daerah Punclut di kawasan Ciumbuleuit, biasanya orang yang datang kesana dari mulai pukul 5 pagi sambil menikmati jalan menuju bukit, saat cape menerjang warung-warung nasi sudah siap menjajakan makanan dari mulai nasi timbel komplit, semur jengkol, sampe belanja sayur mayur dan buah-buahan lengkap, bahkan "Tutut" yang menjadi makanan selingan  tapi banyak dicari orang pun selalu tersedia, tinggal siapin fisik dan kosongin perut sebelum pergi kesana, sebab rugi kalo dalam keadaan kenyang.

Sementara kalo yang hobi banget sama fesyen, ga ada salahnya nyoba belanja Jeans dikawasan Tamim, atau Inggit Garnasih, kemeja atau kaos di Kings Kepatihan, BTC Pasteur, ITC Kebon Kelalpa, dan yang paling banyak diserbu adalah Pasar Baru, cuman harus pinter tawar menawar harga. Kalo Outlet udah pasti ga usah disebut lagi, karena selain murah, produk yang dijual biasanya tidak ada di outlet lain.

Jadi siap-siap untuk belanja mumpung masih tanggal muda, atau cuma sekedar muter-muter ngabisin bahan bakar juga ga bakalan rugi. Atau perlu ditemenin buat hunting kuliner ? 

Rabu, 07 November 2012

MY MOM IS EVERYTHING

Dimimpiku Kulihat Senyummu, Ibu

Satu Bulan telah berlalu Bapak pergi ke alam baka, tapi masih kulihat kesedihan tersirat diwajahmu.
Tak ada ceria dalam setiap candamu, hanya mendung yang selalu menghiasi wajahmu Bu.. aku mengerti beban yang ada didalam hatimu, aku mengerti sesak didalam dadamu, seakan kau ingin membuang jauh-jauh mimpi burukmu, cepat atau lambat semua harus kembali dengan kehidupannya masing-masing.

Dua bulan berlalu, beban itu terasa semakin berat dipundakmu Bu,  kenyataan hidup yang kau terima begitu menyakitkan, semua masalah seolah bertubi-tubi datang tanpa ada perlawanan, namun kau tetap berusaha tegar, berusaha kuat meski hatimu terkoyak.

Ingin aku katakan.. "Bapak memang tidak meninggalkan apa-apa untuk kita, hanya setumpuk masalah yang semakin meruncing, namun Ibu tak perlu khawatir, Bapak juga mewariskan pelajaran hidup untuk kita, Bapak telah mengajarkan kita bagaimana menjadi orang yang baik, mengajarkan kita tentang filosofi hidup, selalu berbuat baik, memberi yang terbaik tanpa harus mengharap balas jasa. Bapak telah selesai mengajarkan kita untuk menjadi orang baik dimata Tuhan".

Tiga bulan telah berlalu, Kau harus bangkit Bu !.. bangkit melawan kesedihan..

Empat bulan beranjak pergi, kau isi hidupmu dengan setumpuk kesibukan, agar rasa  duka itu bisa cepat-cepat hilang dari hatimu, adik-adik harus bisa menggapai cita-citanya, dan ibu tak usah khawatirkan anak-anakmu, kami sudah memilih jalan hidup.

Lima bulan berhasil kau lalui Ibu, aku dengan terpaksa akan meninggalkanmu, aku dan adikku harus pergi meninggalkan Ibu, sejujurnya aku tak tega melihatmu menanggung beban sendirian saja, tapi kami harus pergi untuk melanjutkan hidup kami, kau hanya tinggal menunggu saat wisuda adik bungsu dibulan ke tujuh Bu.. walau demikian kami akan selalu ada untuk Ibu.

Bulan ke enam saat kepergianku, kulihat harapan diwajahmu saat kau mengantarkan aku ke bandara, aku melihat setitik bahagia diwajahmu saat aku katakan "Aku akan kirimkan tiket untukmu agar bisa ikut denganku setelah selesai wisuda nanti", dan Ibu hanya memelukku erat.

Dua minggu telah berlalu sejak aku meninggalkan ibu, aku melihatmu dimimpiku, melihatmu hendak masuk gerbang dengan penuh cahaya yang menyilaukan, lalu kau tersenyum penuh bahagia Ibu, senyum yang tak pernah aku lihat sejak kepergian Bapak.
Tapi aku segera terjaga dari mimpi saat adikku menerima telepon dan mengatakan bahwa kau telah pergi meninggalkan kami menyusul Bapak ke alam baka, Kau pergi tanpa sempat menghadiri wisuda adik, Kau pergi dengan membawa cinta yang Bapak tinggalkan dihatimu.
Kau pergi tanpa sempat berkata-kata, 
Dimimpiku.. aku melihat senyummu yang terakhir, senyum bahagia karena Allah lebih menyayangimu Bu.. Allah telah menjemputmu untuk kembali bersatu dengan Bapak InsyaAllah...
(In memoriam My beloved Mom)

Senin, 05 November 2012

ENSIKLOPEDIA HATI

Membaca Sikap Lawan Bicara.


Kalo kita bertemu seseorang atau banyak orang yang sebelumnya kita tidak mengenalnya, akan terasa sulit untuk tahu seperti apa orang itu karakternya, salah-salah bisa bete, bisa bikin jengkel, bisa bikin dongkol, atau mungkin sebaliknya bisa bikin hepi. Tergantung cara kita juga memahami gerak dan tingkah laku mereka.
Ga usah jadi ribet juga, mungkin kita pernah mengalami saat berjabat tangan dengan orang entah itu teman, Guru, atasan, begitu kita menjulurkan tangan dan dia menyambut tangan kita dengan menjabat tetapi membalikan posisi tangan kita berada dibawahnya, itu menandakan bahwa dia selalu ingin dihormati selalu ingin posisi dia lebih tinggi dari kita, sementara jika dia menjabat tangan kita dengan menggunakan kedua tangannya artinya berarti dia adalah orang yang sangat familiar,  sedangkan jika dia menjabat tangan lalu menggerak-gerakan jari ketelapak tangan kita artinya yaa.. mungkin orang itu iseng, dan kalo kita membalas ikut menggerak-gerakan jari kita ke telapak tangannya artinya “kita main suiitt yuu…!” :D.
Ada juga karakter orang yang bisa kita lihat jika sedang dalam posisi duduk, orang yang duduk dan selalu menyilangkan kaki kanannya diatas lebih sering frekuensinya, dia adalah orang yang selalu menggunakan logika dalam bertindak maupun menghadapi suatu masalah, sedangkan kalo orang yang cenderung kaki kirinya yang lebih sering disilangkan diatas, artinya orang itu otak kanan nya yang lebih sering aktif bekerja. Pada dasarnya menyilangkan kaki, mau kaki kiri atau kaki kanan lebih mengartikan kalo orang tersebut lebih tertutup.. iya dong.. coba kalo ga disilangin kakinya pasti kebuka deehh (???)
Sebenarnya posisi duduk yang baik adalah dengan menegakan badan tetapi santai tidak tegang, karena membungkuk lebih menandakan orang itu tidak sedang merespon lawan bicara, dan memang ga enak juga kali sakit punggung ga bagus buat kesehatan. Usahakan kedua kaki tidak disilangkan sebab akan membuat kita kesemutan karena aliran darah dikaki kurang lancar apalagi kalo menyilangkan kakinya sampe dua hari.. :-P.
Tidak lupa juga ketika kita berhadapan dengan lawan bicara, sebaiknya adakan kontak mata tapi bukan menatapnya terus menerus sebab akan terlihat seperti orang bego.. dan sesekali menganggukan kepala menandakan kita memang benar-benar menyimak pembicaraannya, tapi ga usah keseringan juga menganggukan kepalanya, nanti dikira boneka DJogja.
Jadi jangan kalah seru dengan lawan bicara kita, jangan kalah taktik disaat kita berbincang dengan siapapun kalo kita bisa memahami siapa dan bagaimana karakter orang yang sedang ada dihadapan kita, setidaknya kita bisa membaca karakter calon mertua… XD

Minggu, 04 November 2012

YANG UNIK YANG MENARIK

Sekelumit Keunikan di Seputar Kehidupan Pesantren

Kalo denger kata Pesantren pasti yang terlintas pertama kali difikiran adalah bangun subuh, menghafal Al Qur'an, kehidupan yang sarat dengan norma-norma agama, pokoknya Islami banget. Bikin orang yang denger udah tegang duluan. Gimana ga tegang kalo kesehariannya memang wajib berbicara dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris, 

Tetapi ga banyak orang tau kalo ternyata tinggal di pesantren itu ga selamanya bikin bete. Ada keasyikan tersendiri yang membuat para Santri dan Santriwati menjadi betah, menjadi mandiri, menjadikan hari-harinya dihiasi keseruan. Berbagi makanan kalo kebetulan dapet kiriman dari orang tua santri yang berkunjung, saling menolong kalo salah seorang atau salah dua orang dalam kesulitan, yang pasti anak santri sekarang udah ga ada lagi yang korengan... :D

Tetapi sekalipun menerapkan peraturan yang ketat, disiplin tinggi, masih juga banyak santri yang iseng, yang ga bisa ngilangin sifat jahilnya, seperti saling sembunyikan sandal kalo pas santri lagi pada shalat berjamaah, ada yang dilempar jauh-jauh tapi cuma sebelah, ada yang di umpetin didalam pot bunga, saking sebelnya akkhirnya para santri ga kehilangan akal supaya sandalnya tetep utuh tidak tersentuh.
Mereka pasang gembok biar sandalnya tetep kompak.


Jadi kalo ada yang bilang pesantren itu mennjenuhkan.. ga juga tuuhh...

Jumat, 02 November 2012

MENGATASI KANKER RAHIM


Ramuan Herbal Tajimalela sebagai obat kanker rahim

Banyak wanita baik remaja maupun ibu rumah tangga yang merasa 'ngeri' bila mendengar Kanker Rahim, tentu saja ketakutan itu sangat beralasan mengingat banyak sekali wanita yang meninggal dunia diakibatkan oleh penyakit yang satu ini. Biasanya berawal dari masalah kewanitaan yang kadang dianggap sepele tetapi membawa dampak buruk bagi kesehatan. Dengan biaya pengobatan di rumah sakit yang sangat mahal membuat kebanyakan orang beralih melirik cara pengobatan alternatif dengan menggunakan ramuan herbal.

Pengobatan menggunakan ramuan herbal tidaklah sulit asalkan teratur dan telaten untuk meminumnya setiap hari. Sebelum terlambat mengapa tidak kita mencoba mencegah dengan meminum ramuan herbal pencegah kanker rahim seperti Tajimalela. Ramuan tajimalela selain untuk mengatasi kanker rahim juga untuk mengatasi kista, miom, dan masalah kewanitaan, melancarkan peredaran darah.

Ramuan tajimalela terdiri dari kunci pepet (Kaempferia angustifolia Rosc.) Kayu rapet (Parameria laevigata), kunyit putih (curcuma alba), keladi tikus (Typhonium Flagelliforme ), kapulaga (Elettaria cardamomum Maton), benalu (Loranthus Europaeus), dan beluntas (Pluchea indica) insya Allah bisa mengatasi Kanker rahim bila diminum secara rutin dan teratur terus menerus. Ramuan ini bisa didapat di toko-toko yang menjual ramuan herbal dengan takaran per ons, namun ada pula yang sudah dalam kemasan, kita tinggal merebusnya dengan air.

13518293241059229399Ramuan ini dijual seharga Rp. 100.000/ Pak terdiri dari 6 bungkus dan bisa digunakan untuk satu bulan pemakaian.
Jadi apapun alasannya jika ingin sembuh tidak ada salahnya mencoba, mencegah lebih baik daripada mengobati, sebelum kanker itu benar-benar ada didalam tubuh kita.
Tetap dengan pola hidup sehat, hindari makanan yang mungkin terlihat keren dan modern tetapi tidak membawa banyak manfaat, sehat itu mahal.

BINGUNG WEEKEND DI BANDUNG?


Jalan alternatif menuju Lembang dan Ciwidey

Pengen menghabiskan akhir pekan di bandung tapi males dengan macetnya jalan, mulai dari keluar pintu Tol Pasteur, pintu Tol Kopo, pintu Tol Muhammad Toha, bahkan juga pintu Tol Buah Batu. Hampir semua arah masuk menuju kota Bandung dipadati kendaraan. Padatnya mobilisasi bisa bikin bete berjam-jam hanya untuk menuju satu tempat.
Distro, cafe, atau Mall menjadi target rutin setiap akhir pekan, tapi ga jarang juga datang ke Bandung hanya untuk menuju obyek wisata alam seperti menuju ke kawasan Lembang, atau ke obyek wisata Kawah Putih Ciwidey, entah itu menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Sebetulnya ga perlu takut untuk terjebak macet kalau kita tahu jalan pintas menuju kesana dan tahu juga jam-jam sibuk jalanan agar bisa menghindari kemacetan. Kalau akhir pekan ini berniat ingin pergi ke kawasan Lembang, seperti menujuKampung Gajah, khususnya arah kendaraan yang datang dari Jakarta melalui Tol Cipularang bisa keluar melalui pintu Tol Baros melewati jalan Kolonel Masturi kemudian melintasi kawasan Cisarua, Cihideung (Universitas Advent) Parongpong lalu menuju Lembang.

Sementara jalur pintas untuk menuju kawasan Ciwidey, bisa keluar dari pintu Tol Baros menuju arah Nanjung, melalui Stadion Si Jalak Harupat, kemudian Soreang, kemudian Ciwidey. Tetapi yang lebih penting lagi agar melakukan perjalanan lebih awal, karena disore hari mulai pukul 5, kemacetan akan terjadi dimana-mana kecuali mereka yang mengerti "jalan tikus". Jadi kalaupun masih terjebak macet, ga ada salahnya menyiapkan GPS, menyiapkan uang receh, dan siap-siap untuk pegel kaki karena keseringan nginjak rem dan kupling :D

Semoga saja tips sederhana ini bisa bermanfaat buat yang punya rencana menghabiskan akhir pekan nya di Bandung, HAVE A NICE WEEKEND AND HOPE YOU HAVE A GREAT WEEKEND
From Bandung with love, :D

Kamis, 01 November 2012

SIXTHSENSE

ANUGERAH ATAU MUSIBAH


Sudah sering kita mendengar, melihat, bahkan mungkin kita sendiri yang mengalami bahwa dalam diri kita memiliki indera ke enam. Indera ke enam? Sebagian orang percaya bahwa ‘Indera ke Enam’ adalah anugerah yang telah diberikan Tuhan. Biasanya indera ke enam itu bisa terlihat dari mulai kita masih anak-anak, meski tanda-tanda itu tidak selalu harus melihat hal-hal gaib, atau melihat hal hal yang menakutkan. Indera ke enam atau sixsense bisa berupa peka nya perasaan terhadap sesuatu yang sudah terjadi yang dialami orang lain, ataupun yang belum terjadi dan cenderung akan terjadi.

Sixsense bisa juga peka terhadap mimpi, tapi kebanyakan jarang menyadari dan menganggap mimpi itu hanya bunga tidur. Jika kita telaah lebih dalam, selalu ada arti dibalik tabir mimpi, walaupun pada dasarnya tidak semua mimpi bisa diartikan, dan tidak semua orang memiliki kepekaan melalui mimpi. Hal ini bisa kita lihat ketika negeri yang didiami Nabi Yusuf a.s dilanda kekeringan yang sebelumnya ditafsirkan melalui mimpi.

Selain itu indera ke enam bisa juga hanya peka terhadap bahasa tubuh dan lebih cenderung dapat membaca pikiran atau hati orang yang sedang ada dihadapannya. Membaca melalui gerak bibir, mata, cara berjalan, cara berfikir. Dalam ilmu Psikologi hal seperti ini sering disebut ‘Biopsikologi atau Psikobiologi. Sixsense yang seperti ini bisa datang dengan sendirinya, tetapi juga bisa dipelajari. Semakin sering kita berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai tingkah laku dan karakter, semakin mudah kita mengembangkan naluri kepekaan kita terhadap karakter seseorang.

Biasanya sixsense ada pada diri kita karena datang dengan sendirinya,  faktor keturunan, ada juga yang memang dengan sengaja mempelajari. Indera ke enam yang datang secara alami cenderung menggunakan mata hati dan fikirannya, melalui telepati melihat hal-hal yang  tidak nampak dihadapan kita. Melihat dengan menggunakan indera ke enam sama seperti kita melihat kejadian kehidupan dalam dunia nyata, hanya dengan wujud yang berbeda.

Jadi jika kita bijaksana memanfaatkan ‘kelebihan kita’ untuk tujuan baik, tidak digunakan untuk hal-hal negatif, indera ke enam atau sixsense bukanlah musibah yang harus dihilangkan, tetapi sebagai kelebihan yang patut disyukuri sebagai sarana kita untuk lebih waspada dan mengetahui bahwa di dunia ini kita tidak sendiri, ada yang lain yang juga hidup berdampingan dengan kita. Bukankah dalam Al Qur’an juga disebutkan bahwa sebelum manusia Allah telah menciptakan makhluk lain.

Memiliki indera ke enam bukan sesuatu yang harus disesali ataupun di banggakan. Karena Allah tidak semata-mata memberikan kelebihan kepada kita jika tidak ada tujuannya. Jika kita memang memiliki indera ke enam atau sixsense,  mengartikannya tidak lebih dari anugerah kita untuk bisa membawa kebaikan kepada orang-orang  disekeliling kita, membawa manfaat dan menjadikan orang-orang yang berinteraksi dengan kita untuk mengagumi  kebesaran Allah, meyakini bahwa tiada hal yang mustahil bagi Allah.

ANGKOTTER SEJATI

Jurusan 5


                Siang itu udara cerah, secerah hatiku yang semangat buat pergi berburu kain sarung bantal untuk pesenan temenku. Kuperiksa bajuku.. gada yang salah.. kuperiksa gigiku.. kali aja ada cabe yang nyangkut, terakhir kuperiksa isi dompetku sebab yang satu itu jimat..kalo gada isi dompet.. gada pedagang yang terpikat ..
Berdiri dipinggiran jalan lumayan lama menunggu angkot yang saat itu selalu penuh berisi anak-anak sekolah yang baru pulang. Sambil menyeka keringet akhirnya dapat juga angkot, duduk dijok depan dekat Oom supir yang sedang mengendarai mobil supaya baik jalannya. Tanpa basa-basi lagi Oom supir pun tancap gas melesat pergi dengan kecepatan tinggi , Zigzag kiri kanan mendahului angkot yang lainnya, musik dangdut pun mengalun dengan kencangnya sampe penumpang sebelah ngomong pun seperti orang gagu .. ga kedenger sama sekali.
 Sampe akhirnya aku tepuk pundak Oom sopir untuk mengingatkan kalo penumpang sebelahku mau berhenti..   tiba-tiba ‘ciiiiiiiiittttt’….. angkot itu mendadak ngerem .. “Gedebuuugg” , “prak”,  “tuiing”, kepalaku membentur dasbor, sementara penumpang sebelahku wajahnya nempel di kaca mobil… sedangkan penumpang yang ada dibelakang … entah tak terbayangkan seperti apa…  Suara caci maki dari penumpang pun memenuhi telinga, “@ #%!!!@@#!!!*****!!!” begitu kira-kira makiannya.. hehe.. Kuputuskan ikut maki-maki juga mumpung ada temen…
“Biasa aja kali Pak ngerem nya ga usah pake tenaga dalam segala!” Kataku sambil membetulkan posisi duduk ,
“Maaf,  abisnya tadi kaget pas Neng nepuk pundak.. “ Jawab Oom sopir menyeringai
“Makanya ga usah niru-niru speed underground juga lagi..” Balasku sambil manyun.
“Iya maaf, kan udah minta maaf!” seru Oom sopir ngotot
“Maaf maaf pale lu peang, liat niih jidatku benjol” Kataku lagi sembari pasang muka emosi.. huuhh rasanya pengen mukul, pengen jitakin, pengen ngupil juga.. hehe.. Perasaan riang pun hilang seketika seperti dihipnotis Romy Rafael, itu mah masih mending kali.. tapi yaa sudahlah memilih untuk melanjutkan lagi perjalanan menuju Pasar Baru.
                Setibanya di Pasar Baru, diliputi perasaan dongkol, sakit benjol di jidat, mual mules campur aduk ga karuan. Tetep berusaha mencari barang yang  dibutuhkan,  muter-muter keliling pasar sampe akhirnya semua keperluan terpenuhi lalu kuputuskan untuk pulang.. hehe masa iya mau nginep di pasar..
Tangan kanan dan kiri penuh barang bawaan ga membuat aku kehilangan cara buat nyetop angkot, kupilih-pilih angkot kali aja dapet angkot yang tadi.. hhmm oogaahh.. bisa segede bola tenis benjol di jidat, seperti biasa udah jadi tempat favoritku didalam angkot  duduk dipojokan sambil bawa barang bawaan yang lumayan banyak, “riweuh” berbagi dengan penumpang lain yang juga pengen duduk nyaman. Dalam perjalanan sambil menghitung-hitung uang kembalian dari belanja tadi, terlintas dibenakku untuk melihat keluar melalui kaca jendela angkot,                                                                                          
                                                                                                                                    “hhmm…. Ada yang ga bener niihh”, ucapku dalam hati.

Ternyata bener-bener memang ada yang ga beres, setelah diamati dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, “A-haa… omagooott.. aku salah jurusan.. !” Aku berteriak dengan mata terbelalak memperlihatkan kekagetanku.. (ga tau kaget ga tau bodoh.. hihi..), kontan para pesenjer yang saat itu asik dengan lamunannya sendiri menatap kearahku, semuanya… see~muaanyaa.. Sambil menyeringai dibarengi wajah tanpa dosa aku meminta kepada Oom sopir untuk berhenti.
“Berhenti disini aja Pa!” Pintaku malu-malu..

Kini giliran Oom sopir yang ngeluh sebab ternyata bisa-bisa nya dapetin penumpang yang ribet kayak aku ini.. hiks hiks… Dengan terpaksa aku turun juga dari angkot berikut barang bawaanku, aku relakan tempat favoritku diangkot itu untuk mencari angkot lain yang memang jurusannya menuju tempat tinggalku. Huuff..  bener-bener ga beruntung hari ini… keluhku dalam hati… 

Senin, 22 Oktober 2012

PENGARUH BURUK PADA DAGING BABI

BAHAYA DAGING BABI

Pernahkah melihat bagaimana kehidupan babi dalam kesehariannya? pernahkah melihat bagaimana babi makan? 
Suatu pagi seorang ibu dengan berbekal ember hitam berkeliling komplek mengorek-ngorek isi tong sampah, mencari-cari sisa makanan yang sudah dibuang pemilik rumah pada malam harinya. Dengan setumpuk pertanyaan, dengan seksama memperhatikan dari balik kaca jendela, wanita paruh baya itu tanpa rasa risih ataupun jijik terus mengorek dan membulak balikan setiap tong sampah yang dia laluinya. Mengambil sisa nasi, tulang ikan dan semua jenis makanan yang masih bisa diambil, meskipun bau menyengat dari tong sampah, mereka tetap berusaha mengumpulkannya. 
Setelah diketahui ternyata sisa-sisa makanan yang mereka ambil dari tong sampah itu ternyata untuk memberi makan babi peliharaannya.

Bagi sebagian orang, beternak babi sangatlah menguntungkan, karena babi akan melahirkan dua kali dalam setahun dan dalam sekali melahirkan antara 8-20 ekor anak babi. Namun sekalipun sangat menguntungkan ada sisi kemudharatan yang ditimbulkannya bagi manusia.
Berdasarkan penelitian para dokter, mengkonsumsi daging babi bisa mengakibatkan terjangkitnya berbagai penyakit seperti arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi), angina pektoris (kejang jantung), penyempitan pembuluh darah, cholecytitis (radang kantung empedu) dan gangguan saluran pernafasan.

Hal ini disebabkan karena didalam daging babi terdapat satu jenis cacing yang penularannya belum bisa dihentikan. Cacing ini bernama trichinella czcing ini terdapat dalam selaput yang menyerupai kantung kecil berisi cairan yang mengandung makanan baginya. Larva-larva cacing yang berkembang tersebut memiliki keistimewaan antara lain dapat menembus dan mengeluarkan zat yang dapat menghancurkan, melubangi dan merusak tulang. Semua itu disebabkan hanya dengan memakan sepotong daging babi yang mengandung cacing tersebut, lalu bagaimana jika dalam daging babi itu terdapat puluhan cacing?
Biasanya penderita akan merasakan pening, dan terserang reumatik, sebab cacing tersebut menggerogoti  dan mengikis tulang.

Selain cacing trichinella, dalam daging babi terdapat pula cacing pita yang disebut Taenia  Solium. Cacing pita ini jika sudah masuk kedalam tubuh manusia, maka ia akan menempel pada usus dengan dua baris duri yang ada disekitar kepalanya. Duri-duri tersebut akan merobek selaput didalam usus. Virus yang disebarkan babi bisa mengakibatkan Influenza babi atau yang lebih dikenal dengan istilah flu babi.

Mikroba semonila babi yang menyebabkan demam typhoid (tipus) dan paratyphoid. Mikroba spirochete yang menyerang babi dan berpindah kepada manusia. 

 Dengan bermacam penyakit yang dapat ditimbulakan dari penyebaran virus dan mikroba dari  babi ini menjelaskan bahwa  daging babi sangat berbahaya jika dikonsumsi, maka dari itu cukup alasan mengapa Islam mengharamkan babi untuk mengkonsumsi.
Belajar bijaksana dalam mengkonsumsi makanan tidaklah rugi untuk alasan kesehatan kini dan nanti, masih banyak makanan sehat lainnya yang Allah ciptakan yang benar-benar aman untuk kita santap.

Minggu, 21 Oktober 2012

PILLOW PAINTING

MELUKIS DIATAS MEDIA SARUNG BANTAL

Bantal Kursi dimensi 40 x 40 cm
Bahan dasar Cotton
Bahan isi H-300 (dakron)
Warna Ready stock Hitam, Kuning, Merah
Gambar Kartun bisa pesan sesuai keinginan







Jumat, 19 Oktober 2012

KELUARGA KURUS DAN KELUARGA GEMUK

MENYIKAPI PERBEDAAN

Sejak pagi hari sudah disibukan dengan setumpuk pekerjaan yang kadang tiada habisnya, pekerjaan yang melulu itu itu saja terkadang membuatnya jenuh dan frustasi. Ada sederet pertanyaan didalam hatinya 'mengapa begitu sulit hanya untuk mendapatkan setitik bahagia?' begitu ucap sikurus dalam hatinya.
Bahagia? bahagia seperti apa? ada banyak bentuk bahagia, ada banyak bentuk kesenangan yang sebenarnya bisa dirasakan bisa didapatkan, bahagia bagi sebagian orang selalu identik dengan limpahan materi. Bahagia bagi sebagian orang adalah bersenang-senang dengan seringnya bertamasya, seringnya berbelanja di Mall-Mall ternama, saat sikurus harus bekerja keras hanya demi mendapatkan sesuap nasi, bekerja keras untuk menggapai impian saat itulah dia berfikir bahwa dia tidak merasakan hidup bahagia, dan belum pernah merasakan hidup bahagia.

Duduk dikursi teras sambil menikmati udara pagi dan cerahnya sinar matahari yang menembus celah di dedaunan. Secangkir kopi panas berikut sarapan pagi yang selalu tersedia, duduk bersilang kaki asik membaca koran pagi sambil sesekali membolak-balik halaman, si Gemuk terlihat tanpa beban, santai dengan suasana paginya yang membuatnya betah berlama-lama hanya untuk duduk diteras. Si Gemuk amat sangat terlihat bahagia, betapa tidak kendaraan mewah terparkir digarasi selalu dalam keadaan bersih dengan sopir yang siap mengantar kemana saja dia pergi, Bahagia? benarkah si Gemuk bahagia?

Seperti apakah sebenarnya bentuk bahagia?.. terkadang banyak orang salah menafsirkan makna bahagia,   bahagia seperti yang diinginkan si Kurus, bahagia yang begitu dengan mudahnya mendapatkan segala keinginan. Benarkah?... 

Tidak setiap kalimat bahagia berarti harta yang berlimpah, orang miskin pun bisa mendapatkan kebahagiaan, orang serba pas-pasan pun bisa bahagia, sebab wujud bahagia itu unlimited, bahagia itu adalah soal hati, soal bagaimana cara kita menyikapi hidup, bagaimana cara kita menerima yang kurang menjadi lebih, mendapat yang minus menjadi plus, menerima dengan lapang dada apa yang kita dapatkan hari ini dan mensyukurinya, kemudian memperbaiki agar lebih baik dihari esok, serta semuanya dilakukan dengan ikhlas.

Pada dasarnya Allah telah menggariskan nasib rejeki dan maut untuk kita sebelum kita terlahir. Allah telah menentukan  nasib seseorang itu menjadi miskin atau kaya, tetapi Allah tidak pernah menentukan siapa yang berhak bahagia dan siapa yang tidak. 

Pernahkan merasa sangat bahagia ketika mengetahui anak kita meraih prestasi disekolahnya?, atau kita merasa bahagia ketika mendapatkan pujian dari teman saat mencicipi masakan yang kita buat?  atau bahkan mungkin merasakan bahagia saat mendengar akan memiliki anak? adalah salah satu bentuk bahagia yang mungkin tidak semua kesempatan itu bisa orang lain dapatkan.

Jadi mengapa kita harus merasa iri dengan Bahagia yang dimiliki orang lain. Saatnya kita bersyukur dengan tidak menghitung-hitung kebahagiaan orang lain yang sebenarnya semu, yang sebenarnya kita tidak pernah mengetahui konflik  didalamnya. Perasaan bahagia sejati ada di dalam diri kita, ada di dalam sikap kita, ada di dalam hati kita.
Menyikapi perbedaan yang ada antara kita dan orang lain adalah modal kita untuk menggapai bahagia itu sendiri bahagia sejati. Sebab kita tidak pernah tau apa dan bagaimana yang akan terjadi besok, lusa, bahkan hari ini, selama kita berusaha bekerja keras untuk mewujudkan impian dibekali iman yang kuat InsyaAllah bahagia itu akan selalu menjadi milik kita. 

Sesekali kita melihat kedalam diri kita apa yang kita miliki yang orang lain tidak punya, menghitung nikmat yang telah kita dapatkan yang orang lain belum tentu dapat, dengan begitu kita akan merasa selalu dekat dengan wujud bahagia, selalu merasa bersyukur bahwa hidup ini sebenarnya sudah adil, adil sesuai kemampuan kita. Maka tetaplah bersyukur. (Yukawira)

Senin, 15 Oktober 2012

ALL ABOUT YOU

ALL ABOUT LOVE


Memandangmu membawa keteduhan
Aku seperti tersesat dibelantara jiwa
Tersesat didalam belantara hatimu

Senyummu membawa kedamaian
Aku seperti terjebak didalam labiryn
Hingga sulit menemukan jalan
Selalu ingin berada didalamnya

Mencintaimu menjadikanku hidup
Mencintaimu menjadikanku nyawa
mencintaimu adalah nafas 
Mencintaimu adalah anugerah

Merindukanmu adalah semangat
Merindukanmu disetiap detak jantungku
Merindukanmu adalah wujud bahagiaku
Merindukanmu menjadi belahan asa

Bersamamu adalah harapan
Bersamamu adalah impian
Bersamamu adalah sukacita
Bersamamu adalah karunia

Cintamu melengkapi kekosongan
Cintamu mengisi hampa 
Cintamu melengkapi setiap sudut bathinku
Cintamu adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan

Doaku adalah bingkai untuk meraih pesonamu
Doaku adalah ungkapan cinta yang terurai
Doaku adalah dirimu

I wanna give my love  for you 
Just for you

Kamis, 04 Oktober 2012

ANGKOTTER SEJATI


Jilid 4


                Berbekal rasa percaya diri.. seperti biasanya menunggu angkot sambil milih-milih angkot yang kerenan dikit, sebab belajar dari pengalaman kalo musim penghujan, banyak angkot yang kewalahan dengan kondisi angkot didalamnya, bocor, majunya tersendat, bahkan gada ac nya hehe mimpi..
Yah seengga nya milih angkot yang full musik biar asik diperjalanan.  Voalaa… dapet juga angkot yang bagusan.. walaupun seperti biasa mesti rela berdesak-desakan, sebab resikonya kalo angkot bagus mesti sesak dengan penumpang..
Hari ini udara cerah secerah matahari bersinar yang kian menyilaukan mata, hhmm.. untungnya udah aku persiapkan jurus untuk menangkis cahaya yang menyilaukan seperti dalam iklan walaupun ternyata ga banyak ngaruhnya.. ‘korban iklan’.
Sambil duduk santai kubaca lagi daftar belanjaan yang bakalan dibeli nanti, kali aja ada yang terlewatkan, sebab hhmm… mahluk gaul yang satu ini punya hobi pelupa..  ga lama, penumpangpun semakin berkurang jumlahnya, menyisakan empat orang pria yang lumayan berwajah garang, badan tinggi besar, ah sangat menyeramkan.. siap-siap kuperiksa lagi dompet, hape, ga ketinggalan Alat Pengaman  Diri, kali aja mereka tiba-tiba menyerang, kenapa bisa? Ya sebab mata mereka saling berpandang-pandangan persis seperti berita kejahatan di televisi dan Koran-koran (padahal ga pernah baca Koran hehe) menghipnotis, merampok laluu… hiiiyy syereemm… sambil menggeleng-gelengkan kepala dan mengedipkan mata untuk menyadarkanku dari lamunan… tapi mendadak aku menahan tawa yang hampir keluar, saat salah satu dari mereka mengeluarkan hape dari tasnya, dengan jari lentik dan lemah gemulai pria itu menjawab panggilan telepon yang berdering dari hape nya “Halo chiin..  eikeu lagi diangkot nih, sabar wecheu” kalimat itu terucap dari mulutnya..
“Ooomaagooott leekoong”  akhirnya aku tebar pesona sambil mangggut-manggut menatap mereka (hehe daripada benjol digebukin).
                Sesampainya dikawasan Mall yang dituju, aku bergegas mencari toko buku favoritku, naik menggunakan lift menuju lantai tiga, hhmm.. ternyata ga diangkot ga di lift, sama aja selalu penuh sesak, ‘mau pada ngapain sih mereka?’ Seruku dalam hati ( sirik ajah hehe). Tadaa.. akhirnya sampai juga di toko buku, dengan penuh semangat berjalan gaya slow motion di filem-filem sambil baju tersibak angin (kebayang ga sih)..  iiihh… hoek cuuuh.
Berjalan mendekati rak buku yang berderet rapi.. kusentuh satu persatu sambil mencari-cari judul buku yang menarik untuk dibaca. (sayangnya semua buku gada yang pake tali ) Tertuju pada salah satu judul Psikologi Faal, salah satu cabang ilmu psikologi bagian dari ilmu biopsikologi.. heuheu.. tau nya Cuma itu.. so’ gaya padahal ga ngerti, mencari-cari buku novel yang dipesan anakku, sambil iseng dibacanya buku itu sambil jongkok bersandar pada rak buku. Belum sampai tiga bab membaca ternyata sekuriti udah asik berdiri sambil melipat tangan didada dan kaki kanannya mengetuk-ngetukan sepatu  kelantai toko..
“eheemm”  Oom sekuriti itu member isyarat kalo sebenarnya dia sedang menegur..
Aku menoleh kearah Oom sekuriti  sambil menganggukan kepala seraya tersenyum “hehe Cuma baca dikiiit ko’ pa” sambil pasang wajah tak berdosa.
Sampai didepan kasir pun Oom sekuriti itu masiih juga memandangku dengan mimik datar, ga senyum ga marah, ga ada tanda-tanda kehidupan hihi… mungkin lagi sariawan kali ya.. selesai bertransaksi, aku langsung melesat kabur dengan riang.
                Didalam angkot ku keluarkan buku novel yang baru saja kubeli, asik membaca sambil menunggu jalanan macet sebab hari ini ulang tahun Kota Bandung, macet full dimana-mana.  Gerah, pegel, berdesakan selalu mewarnai suasana didalam angkot, penuh dengan emosi, kegelisahan (kalo pas mules) bĂȘte apalagi, meskipun sesekali beramah tamah dengan penumpang angkot lain walaupun tanpa sajian teh dan makanan ringan.
Dua setengah jam berlalu untuk sampai dirumah tercinta, tak lupa sambutan hangat keluargaku didepan pintu tandanya mereka telah setia menunggu kedatanganku, namun kebahagiaan mereka tak berlangsung lama saat membuka tas keresek yang isinya Cuma buku.
“Pesananku mana?” Tanya anakku, “belanja apa aja?” Tanya kakakku menyusul
“Oalaaahh aku lupaa.. kalo tadi niatnya mau belanja!” daftar belanjaanku utuh tak tersentuh(Yukawira)
                

Senin, 01 Oktober 2012

Follow my blog with Bloglovin

IF I SHOULD...

About Me..

Menyusuri sepanjang jalan beraspal dengan perasaan hancur, akhirnya hatiku menangis juga setelah beberapa lama tertahan memenuhi seisi hati menyesaki dada, aku yang kuat, aku yang tegar, aku yang angkuh, aku yang tidak pernah mau berkompromi dengan kecengengan.. pada akhirnya menyerah kalah tanpa syarat.

Kulawan setiap tatapan yang tertuju padaku, tanpa harus kujawab pertanyaan yang tersirat di benak mereka.. 'orang-orang yang aneh yang selalu pengen tau urusan orang lain' gumamku dalam hati.
Yang aku tau dari setiap tatapan yang mereka tujukan padaku, berjuta pertanyaan yang bisa ku artikan, aku fahami, senyuman yang berkesan sekedar ingin menyapa, tatapan yang menandakan kebingungan, kerlingan yang menunjukan keisengan.. meski semua itu ga bisa menghapus perasaan sedihku.

Tanpa terasa kulewati jalan yang dulu bersama teman-teman sebayaku diwaktu kecil, rumah itu sudah tidak ada, yang ada hanya kenangan yang tergambar perlahan hingga semua terasa nyata.
Gang yang selalu aku lewati, rumah temanku semasa kecil, toko buku favoritku, lapangan tempat aku bermain bola, kupejamkan mataku sejenak merasakan ada kenangan yang hidup didalam hatiku.. membawaku kembali ke masa lalu.. aahh seandainya saja.. tanpa terasa air mata berurai membasahi pipi..
Tiga puluh tahun lalu aku disini dengan segala kebahagiaan kanak-kanakku, kepolosanku, kegigihanku mempertahankan hidup tanpa beban, tiga puluh tahun lalu hatiku merdeka, tidak seorangpun yang berani menjajah hati.

Sejauh mata memandang.. kenangan masa kecilku silih berganti bermunculan seakan seperti iklan di televisi, hanya saja tergambar dalam warna hitam dan abu-abu.

Akhirnya aku memasuki sebuah masjid yang tentu saja banyak menyimpan cerita, sambil melepas sandal kupandangi sekeliling. Udara dingin menyusup ke sela-sela jari kakiku, aku nyalakan keran air agar aku bisa berwudhu, kemudian melangkah masuk mencari rukuh yang tersimpan dalam rak lemari, tentu saja rukuh itu aku pinjam.
Aku duduk terdiam sejenak menarik nafas dalam-dalam, agar beban di hati dapat aku keluarkan.
Setelah selesai 'menghadap' aku kembali bersujud kali ini menangis sejadi-jadinya, mengadu kepada Yang Maha Kuasa, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Segalanya, berharap memohon Allah mengampuni dosa-dosaku, memberikan ketegaran, kekuatan, dan kesabaran kepadaku. Aku yang selalu dilihat orang senang, aku yang selalu dinilai orang bahagia, akhirnya menemukan kesedihannya sendiri disudut masjid yang luas.

Aku hanya bisa bersyukur sebab diantara cobaan hidupku, Allah masih memberikan aku nafas, Allah masih memberikan aku anak-anak yang shaleh dan shaleha, Allah masih memberikan aku keluarga yang sangat peduli, dan Allah telah menghadirkan seseorang yang menyayangiku, satu hal yang pasti, Allah masih memberikan aku kesempatan untuk bisa tetap bersyukur 

ANGKOTTER SEJATI

Jilid 3

Dari mulai subuh hari, sejak malam hari malah.. perasaan galau tak terelakan.. bete ga karuan bikin segala sesuatu  menjadi ga enak di denger, ga enak dipandang, ga enak di nikmati bahkan buat makan pun ga semangat meskipun abis semangkuk bubur ayam pas sarapan pagi. Tapi tetep ajaa ga bisa dipungkiri kalo hati ini memang lagi ga enak.

Setiap fikiran negatif buru-buru di tepis, setiap prasangka buruk cepet-cepet di ralat, setiap doa yang terucap selalu melalui proses pertimbangan yang bener-bener dibutuhkan perasaan ikhlas, biar doa itu menjadi baik adanya, apapun yang terjadi selalu berharap yang terbaik untukku untuknya untuk semuanya..

Maka semangatlah yang muncul untuk tetap bertahan melawan kesedihan, kebencian, keangkuhan, dan selalu percaya bahwa Allah sedang menguji kesabaranku, menguji ketabahanku, walau sesekali aku berusaha banting  pintu buat menyalurkan emosi yang terpendam, tapi ternyata memang ga bisa sebab kebetulan pintunya memang udah rusak jadi ga ngaruh hehe..

Hari menjelang siang saat aku keluar dari kamar, celingukan kiri kanan kali aja ada "sesuatu" yang aneh di ruang tengah ataupun di dapur.. hhmm.. gada yang aneh juga.. akhirnya kuputuskan untuk bersiap-siap pergi, seperti biasanya setiap hari jum'at dan minggu pergi nengokin anakku di pesantren. Hari ini ada yang berbeda, sebab aku banyak sekali membawa barang bawaan dari mulai sepatu, obat amandel, makanan, senter, sampe ga ketinggalan panci.. soalnya Jum'at minggu ini anakku mau mengikuti acara perkemahan lomba ketrampilan Pramuka. setelah di kumpulin ternyata mirip seperti orang yang baru di usir dari kontrakan hehe ribedd... ga lupa juga buku novel yang baru dibeli kemaren aku bawa biar diperjalanan bisa dibaca niru-niru gaya ponakan.

Hari mendung tak menyurutkan niatku, dengan semangat full aku naik angkot seperti biasanya, rasa risi mulai mengganggu saat seisi penumpang serempak memandang ke arahku.. "Kenapa sih pada ngeliatin?" bisikku dalam hati. Dengan gaya cuek bebek aku duduk di pojokan sambil menyamankan diri bebenah barang bawaan. Akhirnya kubuka buku novel yang udah dipersiapkan tadi, dengan gaya sok imut aku mulai membaca halaman demi halaman sambil sesekali menyeka air mata, bukan karena bukunya menceritakan kesedihan tapi memang matanya kelilipan. Ga berapa lama hujan pun turun dengan derasnya, keasyikan itu harus terhenti karena tiba-tiba angkot yang kutumpangi didapati bocor dimana-mana, kontan seisi penumpang yang kebanyakan perempuan teriak-teriak "Bocoooorr.. bocooorr..!" sambil ga lupa mukul-mukul kaca mobil, jewer kuping, saling jambak rambut geser kiri geser kanan menghindari bocor dari arah jendela dan dari atap mobil.. xixixi lebay dot com.
Akhirnya aku keluarkan panci yang kubawa buat nadahin air hujan yang netes dibelakangku "Amaaann" pikirku..
ga lama si nenek salah satu dari salah tujuh penumpang angkat bicara "Neng pinjem pancinya dong, disini bocor juga!" Ujar si nenek.
Dengan senyum menyeringai seperti kuda ngeliatin giginya, aku kasiin juga itu panci, "Ni Bu.. tapi aernya udah penuh" jawabku santai..
Akhirnya dengan berbasah-basah ria, aku ikhlasin juga itu panci demi si nenek yang ga mau basah bajunya sebab mau pergi ke kondangan.

Turun di perempatan jalan kembali orang-orang memandangi dengan penuh pertanyaan, mungkin mereka keseringan ngisi TTS dan ga pernah bisa jawab kali yaa..
Mereka terheran-heran karena turun dari angkot tapi bajunya kok basah, sebab pada saat itu diperempatan tempat aku berhenti memang belom turun hujan.
Tapi dengan santai aku terus berjalan, anggap aja aku lagi jalan di catwalk.. pede abis.

Didalam pesantren, seperti biasanya hilir mudik santri yang baru keluar dari masjid setelah sebelumnya Shalat Ashar berjamaah. Kucari-cari anakku kesetiap sudut mirip seperti mencari uang receh yang jatuh kelantai kemudian bergelinding entah kemana. Sambil menunggu anakku, aku menyempatkan ngobrol-ngobrol bareng orang tua santri  lainnya yang kebetulan sama-sama melakukan kunjungan.
Anakku akhirnya muncul juga dengan senyum kecilnya, mendekatiku dengan perasaan senang sebab panci yang dipesannya kubawa juga.

Setelah lama berbicang bersama anakku dan ponakanku yang juga menimba ilmu di pesantren, akhirnya kuputuskan untuk pulang, karena hari menjelang maghrib.
Semua perlengkapan yang kubawa tadi telah kuserah terima-kan berikut panci yang udah menjadi dewa penolong sesaat. Panci kecil membawa berkah.
Dan semoga benar-benar membawa berkah.

Berjalan keluar halaman pesantren dengan perasaan yang masih diliputi rasa bimbang, sedih, sebel bercampur aduk. Entahlah kenapa hari ini begitu menyebalkan bagiku. Dengan berat hati kuajak paksa kaki ini untuk melangkah, sesaat terpikir untuk pergi entah kemana.. kemana saja kaki berjalan, agar perasaan ga karuan didada ini hilang, walau pada akhirnya menyerah juga sebab terlalu banyak supir angkot yang menawarkan aku untuk ikut didalamnya.
(Hhmm... memang mau nya supir angkot ya begitu hehe)

Turun naik penumpang sepanjang perjalanan mewarnai suasana didalam angkot, yang tua yang muda yang bau keringet juga ada.. ga ketinggalan pengamen yang bergantian nyanyi meskipun suaranya sember ga enak didenger membuat uang recehanku berangsur-angsur habis, meskipun fasilitas angkot udah dilengkapi musik full stereo mega bass... ga ngaruuuuhh.. mereka cuma butuh uang meskipun sekedar recehan, mereka cuma butuh buat makan meskipun kadang-kadang ada juga cuma buat ngasah bakat (bakat ngamen maksudnya hehe.. maaf )

Setelah hampir mendekati rumah, penumpang mulai bergantian turun, aku yang selalu ngambil posisi pojok bergeser ke depan duduk manis dibelakang Om sopir, ga sengaja kuperhatiin Om sopir dari belakang, sambil menebak-nebak  sesaat aku bertanya didalam hati (sebab gada orang lagi di dalam angkot yang bisa aku tanya) "Ini Om sopir kok gaul banget ya gayanya".. saat aku bilang stop persis didepan gang rumahku, aku turun sambil iseng menatap wajah Om sopir penasaran, "Busyeeeett... cakep bangeeett" bisiku dalam hati..
Dengan penuh penyesalan akhirnya aku turun dari angkot. Meski kondisi hati kacaupun ternyata masih sempet-sempetnyaa mata ini jelalatan hehe... Ya Allah maafkan aku yang selalu mengagumi cowok cakep.. hihi... itu bukan salahku.. tapi salahnya Om sopir kenapa cakep... (Yukawira)